Tata Cara Tawaf Sesuai Sunnah: Syarat Sah, Urutan 7 Putaran, dan Doanya

tata cara tawaf lengkap untuk pemula

Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Dalam umrah, tawaf merupakan bagian dari rukun yang harus dikerjakan. Dalam ibadah haji, Tawaf Ifadhah juga termasuk rukun haji yang tidak dapat ditinggalkan.

Karena kedudukannya sangat penting, jemaah perlu memahami tata cara tawaf sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci. Tawaf dilaksanakan setelah memasuki keadaan ihram dan kemudian dilanjutkan dengan sa’i serta tahallul dalam tata cara umroh sesuai sunnah.

Mengetahui posisi awal, arah putaran, syarat sah tawaf hingga amalan setelahnya akan membuat jemaah lebih tenang ketika berada di Masjidil Haram. Terlebih kondisi di sekitar Ka’bah dapat sangat padat, sehingga pemahaman manasik membantu jemaah tetap fokus beribadah tanpa harus terburu-buru mengikuti orang lain.

Syarat Sah Tawaf yang Wajib Dipenuhi

Sebelum memulai, perhatikan beberapa syarat sah tawaf yang penting. Dalam mazhab Syafi’i dan pendapat mayoritas ulama, di antaranya adalah:

  • Suci dari hadas dan najis. Jemaah menjaga wudhu serta suci dari hadas besar dan najis pada badan maupun pakaian.
  • Menutup aurat. Laki-laki dan perempuan wajib menutup aurat sebagaimana ketentuan dalam salat.
  • Mengelilingi Ka’bah dari luar bangunan Ka’bah. Putaran juga harus dilakukan dari luar Hijir Ismail karena area tersebut termasuk bagian dari Ka’bah.
  • Ka’bah selalu berada di sebelah kiri. Dengan demikian, jemaah bergerak berlawanan arah jarum jam.
  • Dilakukan sebanyak tujuh putaran sempurna. Setiap putaran dimulai dari posisi sejajar Hajar Aswad dan berakhir ketika kembali sejajar dengannya.

Apabila ragu antara jumlah enam atau tujuh putaran, jemaah dapat mengambil jumlah yang diyakini, yaitu jumlah yang lebih sedikit, kemudian menyempurnakannya.

Panduan Langkah demi Langkah (Step-by-Step) Pelaksanaan Tawaf

Persiapan & Posisi Awal

Masuklah ke area tawaf dalam keadaan siap dan tidak tergesa-gesa. Jemaah laki-laki yang melakukan tawaf yang disunnahkan idhtiba’ dapat membuka bahu kanan dengan meletakkan bagian tengah kain ihram di bawah ketiak kanan dan kedua ujungnya di atas bahu kiri.

Kemudian ambil posisi sejajar dengan Hajar Aswad sebagai titik awal putaran. Pada kondisi ramai, tidak perlu memaksakan diri berada sangat dekat dengan Ka’bah.

Memulai Putaran / Istilam

Ketika sejajar dengan Hajar Aswad, jemaah dapat melakukan istilam. Jika memungkinkan tanpa menyakiti atau berdesakan dengan orang lain, Hajar Aswad dapat disentuh atau dicium.

Namun, jangan menjadikan keinginan mencium Hajar Aswad sebagai alasan untuk mendorong atau membahayakan jemaah lain. Jika tidak memungkinkan, cukup menghadap atau memberi isyarat dengan tangan sambil mengucapkan:

Bismillahi, Allahu Akbar.

Setelah itu, mulailah berjalan dengan Ka’bah selalu berada di sisi kiri.

Melakukan 7 Putaran Mengelilingi Ka’bah

Cara mengelilingi Ka’bah dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh. Bagi laki-laki, pada tawaf yang disunnahkan raml, tiga putaran pertama dilakukan dengan berjalan cepat menggunakan langkah-langkah pendek. Putaran keempat sampai ketujuh dilakukan dengan berjalan biasa.

Perempuan tidak disunnahkan melakukan raml dan cukup berjalan normal selama tujuh putaran.

Selama tawaf, jemaah dapat membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, beristighfar, atau memanjatkan doa sesuai kebutuhan. Tidak terdapat doa khusus yang wajib dibaca berbeda pada setiap putaran tawaf. Karena itu, doa tawaf putaran 1 sampai 7 dapat digunakan sebagai panduan untuk membantu jemaah berdoa, bukan sebagai bacaan wajib yang menentukan sah atau tidaknya tawaf.

Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, terdapat doa yang masyhur dibaca berdasarkan tuntunan Nabi:

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Setiap kembali sejajar Hajar Aswad berarti satu putaran telah selesai. Teruskan hingga genap tujuh putaran.

Amalan Sunnah Pasca Tawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran, masih ada beberapa sunnah tawaf yang dapat dikerjakan.

Menutup Kembali Bahu Kanan

Bagi laki-laki yang sebelumnya melakukan idhtiba’, tutup kembali bahu kanan setelah tawaf selesai. Idhtiba’ tidak dilakukan dalam salat.

Shalat Sunnah Setelah Tawaf

Selanjutnya, jemaah dianjurkan melakukan shalat sunnah setelah tawaf sebanyak dua rakaat. Jika memungkinkan tanpa mengganggu arus jemaah, salat dapat dilakukan di belakang Maqam Ibrahim.

Apabila area tersebut padat, tidak perlu memaksakan diri. Salat dua rakaat tetap dapat dilakukan di bagian lain Masjidil Haram yang memungkinkan.

Minum Air Zamzam

Setelah salat, jemaah dapat meminum air Zamzam sambil berdoa memohon kebaikan kepada Allah. Setelah itu, jemaah yang sedang menjalankan umrah bersiap melanjutkan ibadah menuju Shafa untuk memulai sa’i.

Jenis-Jenis Tawaf dalam Islam

Tawaf memiliki beberapa jenis sesuai tujuan dan rangkaian ibadahnya, antara lain:

  • Tawaf Qudum, yaitu tawaf kedatangan bagi jemaah haji tertentu ketika tiba di Makkah.
  • Tawaf Umrah, yaitu tawaf yang menjadi bagian dari rukun umrah.
  • Tawaf Ifadhah, yaitu tawaf yang termasuk rukun haji.
  • Tawaf Sunnah, yaitu tawaf yang dapat dilakukan sebagai ibadah sunnah di Masjidil Haram.
  • Tawaf Wada, yaitu tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Dalam pembahasan hukum dan pengertian tawaf wada, terdapat rincian ketentuan yang berbeda antara pelaksanaan haji dan umrah serta perbedaan pendapat ulama yang perlu dipahami jemaah.

Penutup

Memahami tata cara tawaf sesuai sunnah bukan hanya soal menghitung tujuh putaran. Jemaah perlu menjaga kesucian, memastikan Ka’bah berada di sebelah kiri, menyempurnakan setiap putaran, serta menjalankan ibadah dengan tertib tanpa menyakiti jemaah lain.

Tawaf juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak zikir dan doa di hadapan Baitullah. Tidak perlu terburu-buru mengejar bacaan tertentu. Yang terpenting adalah menjalankan ketentuan ibadah dengan benar sekaligus menjaga hati tetap khusyuk.

Bagi Sahabat Nava yang sedang merencanakan umrah, pilihlah paket umrah dengan pendampingan manasik dan pembimbing ibadah berpengalaman. Dengan persiapan yang baik, setiap tahapan mulai dari ihram, tawaf, sa’i hingga tahallul dapat dijalankan dengan lebih tenang dan terarah.

Bagikan Artikel