Bacaan Doa Sa’i Lengkap: Arab, Latin, Terjemah & Panduan 7 Putaran untuk Jamaah Umroh

Bacaan doa sa'i lengkap - arab, latin dan terjemahannya | Nava Tours

Pendahuluan: Mengapa Doa Sa’i Begitu Penting?

Memasuki area Mas’a untuk melaksanakan sa’i selalu menghadirkan ketenangan tersendiri bagi setiap jemaah. Terlebih bagi Sahabat Nava yang datang bersama pasangan, mendampingi orang tua tercinta, atau beribadah bersama keluarga. Perjalanan antara Bukit Shafa dan Marwah ini sering kali menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama berada di Tanah Suci.

Selama menempuh Sa’i di jalur Mas’a ini, banyak jemaah yang mengisinya dengan memanjatkan doa-doa terbaik. Ada yang mendoakan kesehatan orang tua, keharmonisan rumah tangga, keberkahan rezeki, hingga masa depan anak-anak. Momen inilah yang membuat sa’i terasa begitu istimewa bagi banyak orang.

Tidak heran kalau para jemaah merasa lebih siap ketika sudah mengenal bacaan doa sa’i lengkap dalam tulisan Arab, Latin dan terjemahan. Hal ini jugalah yang akan Nava Tours sajikan sebagai bagian dari bekal yang bisa dipelajari sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Setiap langkah sa’i akan terasa lebih bermakna ketika dijalani dengan hati yang tenang dan persiapan yang matang. Karena itu, selain mempelajari bacaan sa’i lengkap, pastikan Sahabat Nava juga telah menyiapkan berbagai persiapan umroh yang matang bersama Nava Tour & Travel.

jamaah umroh melaksanakan sa'i di Masjidil Haram antara bukit Safa dan Marwa
Ribuan jamaah memenuhi Mas’a saat melaksanakan sa’i dalam ibadah umroh di Masjidil Haram, Makkah.

Apa Itu Sa’i? Pengertian, Hukum, dan Rukunnya

Sebagai salah satu rukun umroh, sa’i bukan sekadar berjalan dari satu bukit ke bukit lainnya. Ibadah ini mengingatkan Sahabat Nava pada keteguhan dan ikhtiar Siti Hajar AS ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Dari kisah tersebut, umat Muslim belajar bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan penuh keyakinan akan selalu diiringi pertolongan dari Allah SWT.

Definisi Sa’i dalam Fiqih Islam

Secara bahasa, sa’i (سَعْيٌ) memiliki arti berjalan cepat atau berusaha dengan sungguh-sungguh. Sementara dalam istilah syar’i, sa’i artinya berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Bukit Safa dan Bukit Marwa sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji dan umroh di Tanah Suci.

Dalil utama pensyariatan sa’i adalah firman Allah dalam Al-Qur’an, yang berbunyi:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innas-shafaa wal marwata min sya’aa’irillah, faman hajjal bayta awi’tamara falaa junaaha ‘alayhi ay yaththawwafa bihimaa, wa man tatawwa’a khayran fa innallaaha syaakirun ‘aliim.

Terjemah: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah: 158)

Ayat ini juga mengingatkan bahwa perjalanan antara Safa dan Marwah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari ibadah yang disyariatkan langsung oleh Allah SWT. Terlebih ketika Sahabat Nava telah mempersiapkan bacaan doa sa’i sejak sebelum keberangkatan, InsyaAllah ibadah dapat dijalani dengan lebih khusyuk.

Hukum Sa’i Menurut 4 Madzhab

Para ulama dari empat madzhab besar sepakat bahwa sa’i merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian haji maupun umroh. Meski demikian, terdapat perbedaan dalam beberapa rincian pembahasan hukumnya di antara masing-masing madzhab, yang disajikan dalam tabel di bawah ini:

Madzhab Hukum Sa’i Keterangan
Hanafi Wajib Meninggalkannya dikenai dam (denda)
Maliki Rukun Umroh Wajib dilaksanakan, tidak dapat diganti dengan dam
Syafi’i Rukun Umroh Umroh batal tanpa sa’i
Hanbali Rukun Umroh Umroh tidak sah tanpa sa’i

Sumber: Wizarat Al-Awqaf wa Al-Syu’un Al-Islamiyyah, Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Kuwait: Dar Al-Salasil, 1983, Juz 25, hlm. 176–185. | Al-Jaziri, ‘Abd Al-Rahman, Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 2003, Juz 1, hlm. 620–640.

Syarat & Ketentuan Sah Sa’i

Setiap langkah sa’i memiliki tata cara yang perlu diperhatikan agar ibadah ini benar-benar mengikuti tuntunan yang telah diajarkan dalam syariat Islam. Berikut beberapa ketentuan dasar yang perlu Sahabat Nava pahami sebelum menjalankan sa’i:

  • Dimulai dari Bukit Safa dan diakhiri di Bukit Marwa
  • Dilaksanakan tujuh putaran (pergi dari Safa ke Marwa dihitung satu putaran, kembali dari Marwa ke Safa dihitung satu putaran)
  • Dilakukan setelah thawaf yang sah
  • Melewati seluruh jarak antara kedua bukit tanpa terputus

Sebagai catatan, menjaga kekhusyukan batin juga tidak kalah utama. Salah satunya, Sahabat Nava bisa mempersiapkan bacaan doa sa’i jauh sebelum waktu keberangkatan, agar fokus ibadah bersama keluarga tetap terjaga di tengah ramainya jemaah lain

Sumber: Al-Nawawi, Yahya ibn Syaraf, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Beirut: Dar Al-Fikr, t.t., Juz 8, hlm. 73–90. | Ibn Qudamah, Muwaffaq Al-Din, Al-Mughni, Kairo: Maktabah Al-Qahirah, 1968, Juz 3, hlm. 370–380. | Ibn ‘Abidin, Muhammad Amin, Radd Al-Muhtar ‘ala Al-Durr Al-Mukhtar, Beirut: Dar Al-Fikr, 1992, Juz 2, hlm. 498–510.

infografis alur sa'i umroh dari bukit Safa ke Marwa 7 putaran
Infografis: Rute lengkap sa’i 7 putaran antara Bukit Safa dan Marwa di Mas’a, Masjidil Haram.

Untuk memahami seluruh rangkaian ibadah umroh secara menyeluruh, Anda bisa membaca panduan tata cara umroh lengkap dari Nava Tour & Travel.

Bacaan Doa Sa’i Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemah

Membaca doa selama melintasi jalur Mas’a sering menjadi cara bagi jemaah untuk menjaga hati tetap hadir dan terhubung dengan Allah SWT. Dimulai dari persiapan di Bukit Safa hingga putaran terakhir di Bukit Marwah, terdapat bacaan doa sa’i yang dapat dilantunkan oleh Sahabat Nava sebagaimana berdasarkan rujukan dari kitab-kitab ulama fikih klasik.

Doa Sebelum Memulai Sa’i (di Bukit Safa)

Saat tiba di Bukit Safa, disunnahkan untuk menghadap Ka’bah, mengangkat kedua tangan, lalu memulai sa’i dengan bertakbir. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca ayat berikut sebagai pembuka sa’i:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ، أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Innas-shafaa wal marwata min sya’aa’irillah, abda’u bimaa bada’allaahu bih.

Terjemah: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Aku memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya.

Kemudian dilanjutkan dengan takbir dan tahlil sembari menghadap Ka’bah:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Allaahu akbar, allaahu akbar, allaahu akbar, wa lillaahil hamd. Allaahu akbaru ‘alaa maa hadaanaa, walhamdulillaahi ‘alaa maa awlaanaa. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syay’in qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal ahzaaba wahdah.

Terjemah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah. Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas nikmat yang dilimpahkan-Nya kepada kami. Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan musuh sendirian.

Sebagai catatan, bacaan di atas merupakan doa dan dzikir yang dianjurkan ketika mengawali sa’i. Sahabat Nava dapat melafalkannya sesuai kemampuan, sambil tetap menjaga kekhusyukan di setiap langkah.

Sumber: Muslim ibn Al-Hajjaj Al-Naisaburi, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Al-Turats Al-‘Arabi, t.t., Juz 2, hlm. 886–888, Hadits No. 1218. | Al-Nawawi, Yahya ibn Syaraf, Al-Idah fi Manasik Al-Hajj wa Al-‘Umrah, Beirut: Dar Al-Basyair Al-Islamiyyah, 1994, hlm. 188–195. | Al-Khatib Al-Syirbini, Syams Al-Din Muhammad, Mughni Al-Muhtaj ila Ma’rifah Ma’ani Alfazh Al-Minhaj, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1994, Juz 1, hlm. 495–505.

Doa Putaran 1: Safa ke Marwa

Selesai membaca dzikir pembuka di atas Bukit Shafa, Sahabat Nava bisa mulai melangkah perlahan menuju Marwah untuk putaran pertama. Di sepanjang jalur putaran pertama ini, lisan kita dianjurkan untuk terus memohon ampunan dan kasih sayang-Nya dengan membaca doa berikut secara berulang:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Rabbighfir warham wa’fu ‘ammaa ta’lam, innaka antal a’azzul akram.

Terjemah: Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah serta maafkanlah apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.

Doa yang sarat dengan ampunan dan kasih sayang Allah SWT ini dapat dilantunkan sepanjang perjalanan menuju Marwah. Sambil melantunkan doa, tetap jagalah ritme langkah agar senantiasa nyaman, terutama jika Sahabat Nava sedang mendampingi orang tua tercinta.

Sumber: Ibn Qudamah, Muwaffaq Al-Din, Al-Mughni, Kairo: Maktabah Al-Qahirah, 1968, Juz 3, hlm. 376. | Ibn ‘Abidin, Muhammad Amin, Radd Al-Muhtar ‘ala Al-Durr Al-Mukhtar, Beirut: Dar Al-Fikr, 1992, Juz 2, hlm. 501. | Al-Buhuti, Mansur ibn Yunus, Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matn Al-Iqna’, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1997, Juz 2, hlm. 490–494.

Doa di Bukit Marwa (Setiap Tiba di Marwa)

Setiap kali Sahabat Nava menyelesaikan putaran dan tiba di atas Bukit Marwah yaitu pada akhir putaran ke-1, 3, 5, dan 7, sempatkanlah berhenti untuk menghadap ke arah kiblat atau Ka’bah. Sambil mengistirahatkan langkah kaki orang tua atau pasangan, angkatlah kedua tangan dan bacalah doa berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتَجَاوَزْ عَنِّي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allahummaghfir li warhamni wa tajaawaz ‘anni innaka antat tawwabur rahim.

Terjemah: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan maafkanlah aku. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Doa di atas juga dibarengi dengan bacaan takbir dan tahlil yang sama seperti di Bukit Safa sebelumnya. Jadi, Sahabat Nava dan keluarga tinggal mengulang kembali kalimat tahlil yang sudah dibaca di Bukit Shafa tadi.

Sumber: Al-Nawawi, Yahya ibn Syaraf, Al-Idah fi Manasik Al-Hajj wa Al-‘Umrah, Beirut: Dar Al-Basyair Al-Islamiyyah, 1994, hlm. 192. | Al-Khatib Al-Syirbini, Syams Al-Din Muhammad, Mughni Al-Muhtaj, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1994, Juz 1, hlm. 498. | Al-Dardir, Ahmad ibn Muhammad, Al-Sharh Al-Kabir ‘ala Mukhtasar Khalil, Beirut: Dar Al-Fikr, t.t., Juz 2, hlm. 35–45.

Doa Putaran 2 s.d. Putaran 6 (Antara Dua Bukit)

Sejatinya, tidak terdapat bacaan doa sa’i khusus yang diwajibkan saat menempuh putaran kedua hingga keenam. Para ulama menganjurkan setiap jemaah untuk memperbanyak dzikir, shalawat, serta memanjatkan doa-doa terbaik masing-masing.

Salah satu bacaan dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca sepanjang perjalanan antar bukit, yakni:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Terjemah: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Selain itu, Sahabat Nava dapat memperbanyak melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shallayta ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiim, innaka hamiidun majiid.

Terjemah: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Karena tidak ada bacaan doa sa’i yang harus dihafalkan secara khusus, Sahabat Nava dapat memanfaatkan perjalanan antara Safa dan Marwah untuk memanjatkan doa terbaik untuk orang tua, pasangan hingga kerabat di Tanah Air.

Sumber: Al-Haskafi, Muhammad ibn ‘Ali, Al-Durr Al-Mukhtar Syarh Tanwir Al-Abshar, Beirut: Dar Al-Fikr, 1992, Juz 2, hlm. 500. | Al-Dardir, Ahmad ibn Muhammad, Al-Sharh Al-Kabir ‘ala Mukhtasar Khalil, Beirut: Dar Al-Fikr, t.t., Juz 2, hlm. 39. | Malik ibn Anas, Al-Muwaththa’, Abu Dhabi: Mu’assasah Zayid ibn Sultan, 2004, Juz 2, hlm. 379–382, Hadits No. 801.

Doa Putaran 7: di Marwa (Putaran Terakhir)

Putaran ketujuh merupakan akhir dari rangkaian ibadah sa’i. Begitu Sahabat Nava bersama pasangan atau orang tua tiba di atas Bukit Marwah untuk putaran penutup ini, hadapkan kembali wajah ke arah kiblat, angkat kedua tangan, lalu bacalah doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ

Allahumma innii as’aluka husnal khaatimah wa a’uudzu bika min suu’il khaatimah.

Terjemah: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu husnul khatimah (akhir hidup yang baik) dan aku berlindung kepada-Mu dari su’ul khatimah (akhir hidup yang buruk).

Selanjutnya, Sahabat Nava bisa langsung membaca doa penutup rangkaian sa’i di bawah ini:

اللَّهُمَّ اسْتَعْمِلْنِي بِسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَتَوَفَّنِي عَلَى مِلَّتِهِ وَأَعِذْنِي مِنَ الْفِتْنَةِ

Allaahummasta’milni bisunnati nabiyyika wa tawaffani ‘alaa millatih, wa a’idznii minal fitnah.

Terjemah: Ya Allah, jadikanlah aku selalu mengikuti sunnah Nabi-Mu, wafatkanlah aku di atas agama-Nya, dan lindungilah aku dari fitnah.

Bagi banyak jemaah, momen ini terasa begitu berkesan karena menjadi penutup dari seluruh rangkaian bacaan doa sa’i yang telah dilantunkan sejak memulai perjalanan di Bukit Safa.

Sumber: Al-Buhuti, Mansur ibn Yunus, Kasysyaf Al-Qina’ ‘an Matn Al-Iqna’, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 1997, Juz 2, hlm. 494. | Ibn Rushd, Abu Al-Walid Muhammad, Bidayat Al-Mujtahid wa Nihayat Al-Muqtashid, Kairo: Dar Al-Hadith, 2004, Juz 1, hlm. 338. | Al-Ramli, Syihab Al-Din, Nihayat Al-Muhtaj ila Syarh Al-Minhaj, Beirut: Dar Al-Fikr, 1984, Juz 3, hlm. 281–300.

tabel ringkasan bacaan doa sa'i per putaran dari Safa ke Marwa
Tabel Ringkasan: Panduan Bacaan Doa Sa’i Lengkap dari Putaran 1 hingga Putaran 7.

Untuk memudahkan Sahabat Nava saat mempraktikkannya langsung di jalur Mas’a, berikut rangkuman seluruh urutan bacaan doa sa’i di atas dalam sebuah tabel ringkasan praktis.

No. Putaran Posisi Bacaan Doa Sumber Madzhab
Sebelum Mulai Bukit Safa Innash-shafaa… + Takbir & Tahlil Syafi’i, Hanbali, Maliki, Hanafi
Putaran 1 Safa → Marwa Rabbighfir warham… Hanbali (Ibn Qudamah), Hanafi (Ibn ‘Abidin)
Putaran 1, 3, 5, 7 Di Bukit Marwa Allahummaghfir li warhamni… Syafi’i (Al-Nawawi), Maliki (Al-Dardir)
Putaran 2–6 Antara Dua Bukit Dzikir & Shalawat bebas Hanafi (Al-Haskafi), Maliki (Al-Dardir)
Putaran 7 Bukit Marwa (Akhir) Allahumma inni as’aluka husnal khaatimah… Hanbali (Al-Buhuti), Maliki (Ibn Rushd)

Tabel di atas bisa Sahabat Nava simpan di ponsel atau dicetak sebelum berangkat sebagai panduan cepat bersama keluarga agar tidak keliru membedakan bacaan di setiap putarannya.

Ingin mengetahui estimasi biaya umroh dengan bimbingan ibadah lengkap? Cek rincian biaya umroh terkini bersama Nava Tour & Travel.

Makna Spiritual dan Hikmah Sa’i bagi Jamaah Umroh

bukit Safa atau Marwa di Masjidil Haram Makkah
Bukit Safa — titik dimulainya ibadah sa’i dalam rangkaian umroh.

Kisah Siti Hajar: Asal-Usul Ibadah Sa’i

Sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah. Di balik setiap langkah yang ditempuh, ada kisah keteguhan hati seorang ibu yang hingga hari ini terus dikenang oleh jutaan umat Islam.

Ribuan tahun lalu, Siti Hajar ditinggalkan suaminya, Nabi Ibrahim AS, di sebuah lembah tandus bersama bayi mereka, Ismail. Ketika perbekalan air habis dan sang bayi mulai menangis kehausan, Siti Hajar tidak tinggal diam. Beliau berikhtiar mencari sumber air dengan berlari bolak-balik di antara dua bukit, yaitu Shafa dan Marwah.

Ikhtiar yang sungguh-sungguh itu pun membuahkan hasil. Allah SWT menjawab doa tersebut dengan memancarkan mata air zamzam dari bawah kaki kecil Nabi Ismail AS, mata air yang hingga kini tidak pernah kering dan bisa Sahabat Nava nikmati bersama keluarga saat umroh nanti.

Hingga hari ini, setiap jemaah yang melaksanakan sa’i seakan diajak untuk menghidupkan kembali semangat Siti Hajar. Itulah sebabnya banyak jemaah memanfaatkan perjalanan sa’i untuk memperbanyak doa bagi pasangan, orang tua, anak-anak, dan keluarga yang mereka cintai.

Hikmah Sa’i dalam Perspektif Ulama Klasik

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang monumental menegaskan bahwa setiap gerakan dalam manasik haji dan umroh mengandung makna batin yang dalam. Sa’i mengajarkan bahwa seorang hamba tidak boleh hanya berdoa tanpa berusaha, namun juga tidak boleh mengandalkan usaha semata tanpa doa dan tawakal kepada Allah.

Al-Jaziri dalam karya perbandingan empat madzhabnya menjelaskan bahwa hikmah sa’i mencakup tiga nilai utama yang sangat relevan bagi kehidupan modern:

  • Ketekunan yang sungguh-sungguh: Siti Hajar tetap berusaha meski belum mengetahui dari mana pertolongan akan datang.
  • Usaha nyata: Sa’i mengingatkan bahwa rezeki dan solusi tidak datang kepada orang yang hanya duduk menunggu — ia datang kepada mereka yang bergerak.
  • Tawakal kepada Allah SWT: Setelah berusaha semaksimal mungkin, seorang hamba menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Sumber: Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad, Ihya’ ‘Ulum Al-Din, Beirut: Dar Al-Ma’rifah, t.t., Juz 1, hlm. 238–250. | Al-Jaziri, ‘Abd Al-Rahman, Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Beirut: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, 2003, Juz 1, hlm. 620–640.

Tips Praktis Menghafal dan Mengamalkan Bacaan Doa Sa’i

Tidak semua jemaah dapat langsung menghafal seluruh bacaan doa sa’i. Karena itu, tidak ada salahnya mempersiapkannya sedikit demi sedikit sejak sebelum keberangkatan.

Cara Efektif Menghafal Doa Sa’i

Agar Sahabat Nava tidak bingung dengan banyaknya bacaan doa sa’i saat mendampingi orang tua atau pasangan, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dicoba sebelum jadwal keberangkatan tiba:

  • Teknik chunking: Bagi setiap doa menjadi segmen kecil. Hafal satu kalimat per hari — dalam tujuh hari, satu doa utuh sudah dikuasai.
  • Spaced repetition: Ulangi hafalan tiga kali sehari selama tujuh hari sebelum keberangkatan. Pengulangan terjadwal jauh lebih efektif dari belajar kilat semalam.
  • Rekam suara sendiri: Baca doa dan rekam dengan suara Anda sendiri. Dengarkan saat perjalanan atau sebelum tidur untuk memperkuat hafalan auditif.
  • Manasik Nava: Gunakan buku panduan doa yang disediakan Nava Tour & Travel saat sesi manasik — dirancang khusus untuk kemudahan hafalan jamaah.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sa’i

Selain memahami bacaan doa sa’i, ada beberapa adab yang juga perlu Sahabat Nava perhatikan agar ibadah berlangsung lebih nyaman dan khusyuk, terutama saat kondisi Mas’a sedang ramai oleh jemaah dari berbagai negara, antara lain:

Dianjurkan Dihindari
Berwudhu sebelum sa’i (sunah) Berbicara hal yang tidak perlu saat berdoa
Menghadap Ka’bah di Safa & Marwa Berjalan terlalu cepat hingga mengganggu jamaah lain
Memperbanyak dzikir & doa pribadi Mengabaikan tanda batas area sa’i (Mas’a)
Membawa buku panduan doa Tergesa-gesa tanpa menghayati makna sa’i
checklist persiapan doa sai umroh untuk jamaah
Checklist Persiapan Doa Sa’i: 7 Langkah Praktis untuk Jamaah Umroh Nava Tour & Travel.

Pertanyaan Umum Seputar Bacaan Doa Sa’i (FAQ)

Apakah bacaan doa sa’i harus dilantunkan dalam bahasa Arab?
Menurut jumhur ulama dari empat madzhab, doa dapat dibaca dalam bahasa apa pun — namun membaca dalam bahasa Arab lebih utama karena sesuai dengan redaksi yang diriwayatkan. Bagi jamaah yang belum hafal bahasa Arab, berdoa dalam bahasa Indonesia atau bahasa ibu tetap sah dan diterima.
Apakah sa’i sah jika tidak membaca doa?
Sa’i tetap sah meskipun tanpa membaca doa, karena doa dalam sa’i bukan rukun melainkan sunah yang sangat dianjurkan. Yang menjadi rukun adalah perjalanan bolak-balik tujuh kali antara Safa dan Marwa itu sendiri.
Bolehkah melantunkan bacaan doa sa’i dari handphone?
Boleh, selama tidak mengganggu kekhusyukan ibadah Anda sendiri dan tidak mengganggu kenyamanan jamaah lain di sekitar Anda. Banyak jamaah modern yang memanfaatkan aplikasi doa di ponsel mereka — ini diperbolehkan.
Apakah ada bacaan khusus saat berlari kecil (harwalah) antara dua tanda hijau?
Tidak ada bacaan khusus yang ditetapkan oleh ulama untuk saat harwalah. Jamaah cukup memperbanyak dzikir atau doa pribadi. Harwalah sendiri adalah sunah bagi jamaah laki-laki pada setiap putaran.

Untuk pengalaman umroh yang lebih terstruktur dan terbimbing, kami di Nava Tour & Travel menyediakan berbagai pilihan paket umroh dengan bimbingan ibadah penuh dari para pembimbing berpengalaman.

Penutup: Sa’i yang Mabrur Dimulai dari Persiapan yang Baik

Bacaan doa sa’i bukan sekadar rangkaian lafaz yang dihafalkan. Di setiap langkah antara Bukit Safa dan Marwah, doa menjadi cara umat Muslim menyampaikan harapan, rasa syukur, dan ketergantungannya kepada Allah SWT.

Mulai dari doa pembuka di Bukit Safa, doa-doa yang dilantunkan sepanjang perjalanan, hingga doa penutup di Bukit Marwah, setiap bacaan menjadi ikhtiar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kami berharap artikel ini membantu Anda mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Hafalkan doanya, pahami maknanya, dan hayati setiap langkah dengan penuh kesadaran. Semoga Allah menerima setiap doa yang Anda panjatkan di tanah suci dan menjadikan umroh Anda mabrur.

Bersama Nava sebagai travel umroh terpercaya, perjalanan ibadah Anda akan terasa lebih tenang dan bermakna. Kami siap mendampingi Anda dari persiapan hingga kepulangan — memastikan setiap ibadah berjalan dengan sempurna, termasuk bimbingan langsung saat sa’i di Masjidil Haram.

Semoga Allah menerima ibadah kita semua, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengizinkan kita kembali ke tanah suci berulang kali. Aamiin.

Bagikan Artikel