Doa Tawaf Putaran 1 sampai 7: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Jamaah nava tour membaca doa saat tawaf mengelilingi Ka’bah

Doa tawaf putaran 1 sampai 7 sering dipelajari sebelum berangkat umroh agar jamaah lebih tenang ketika mengelilingi Ka’bah. Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada ketentuan yang mewajibkan satu doa khusus dan berbeda untuk setiap putaran tawaf.

Jamaah boleh membaca zikir, ayat Al-Qur’an, selawat, maupun doa sesuai kebutuhan pribadi. Dengan pemahaman ini, Sahabat Nava tidak perlu merasa cemas apabila belum menghafal rangkaian doa yang panjang.

Hal terpenting adalah melaksanakan tawaf sesuai tuntunan, menjaga kekhusyukan, dan menghadirkan hati saat bermunajat kepada Allah. Bacaan per putaran berikut dapat digunakan sebagai panduan, bukan sebagai doa wajib yang menentukan sah atau tidaknya tawaf.

Apakah Ada Doa Khusus Saat Tawaf?

Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada setiap putaran tawaf. Jamaah dapat memanjatkan doa apa pun yang baik, membaca Al-Qur’an, berzikir, berselawat, atau menyampaikan permohonan kepada Allah dengan bahasa yang dipahami.

Panduan resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menjelaskan bahwa jamaah dianjurkan berdoa dan bermunajat kepada Allah sesuai kebutuhan yang memenuhi hatinya. Bacaan yang secara khusus dianjurkan adalah doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, yaitu Rabbana atina fid-dunya hasanah…

Karena itu, pembagian doa tawaf menjadi tujuh tema bukan berarti Rasulullah saw. menetapkan doa yang berbeda pada setiap putaran. Pembagian tersebut lebih tepat dipahami sebagai panduan agar jamaah pemula lebih mudah berdoa dengan teratur.

Tawaf Pertama Baca Apa?

Saat sejajar dengan Hajar Aswad untuk memulai tawaf, jamaah dapat menghadap atau mengisyaratkan tangan kanan ke arahnya tanpa mengganggu jamaah lain, kemudian membaca:

بِسْمِ اللّٰهِ، اللّٰهُ أَكْبَرُ

Bismillāhi, Allāhu akbar.

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Mahabesar.”

Setelah itu, jamaah mulai berjalan berlawanan arah jarum jam dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Setiap satu putaran dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad dan berakhir kembali di titik tersebut. Panduan resmi Saudi juga menerangkan bahwa tawaf dilakukan tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.

Selain memahami bacaan yang dapat diamalkan, jamaah juga perlu mengetahui posisi awal, arah putaran, batas putaran, serta ketentuan selama mengelilingi Ka’bah. Pelajari tata cara tawaf secara lengkap agar tidak keliru menghitung putaran maupun menentukan titik mulai dan berakhirnya tawaf.

Doa Tawaf Putaran 1 sampai 7

Berikut contoh bacaan yang dapat membantu Sahabat Nava mengisi setiap putaran dengan doa yang lebih terarah. Doa-doa ini bersifat pilihan, sehingga boleh dibaca seluruhnya, sebagian, diganti dengan doa pribadi, atau disampaikan dalam bahasa Indonesia.

1. Doa Tawaf Putaran Pertama: Memohon Ampunan

Putaran pertama dapat diisi dengan memperbanyak istigfar dan memohon agar Allah mengampuni dosa yang disadari maupun tidak disadari.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Sahabat Nava juga dapat mengulang bacaan sederhana berikut:

Astaghfirullāhal-‘aẓīm wa atūbu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung dan bertobat kepada-Nya.”

Hadirkan penyesalan dengan tenang, tanpa harus mengingat atau menyebutkan kesalahan secara terperinci apabila hal itu mengganggu konsentrasi berjalan.

2. Doa Tawaf Putaran Kedua: Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Pada putaran kedua, jamaah dapat memohon kehidupan yang baik, rezeki halal, keluarga yang tenteram, serta keselamatan di akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘ażāban-nār.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini juga dianjurkan untuk dibaca ketika berjalan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran.

Kebaikan dunia tidak hanya berupa kelapangan rezeki. Kesehatan, keluarga yang harmonis, hati yang tenang, pekerjaan yang halal, dan kesempatan beribadah juga merupakan nikmat besar yang patut dimohonkan.

3. Doa Tawaf Putaran Ketiga: Memohon Keteguhan Iman

Perjalanan hidup tidak selalu berjalan sebagaimana yang direncanakan. Karena itu, pada putaran ketiga jamaah dapat memohon agar hati tetap teguh dalam ketaatan.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanā lā tuzig qulūbanā ba‘da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladunka raḥmah, innaka antal-Wahhāb.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk. Karuniakanlah rahmat kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

Jamaah dapat melanjutkan dengan doa pribadi agar dijaga dalam salat, dijauhkan dari keraguan, serta diberi kekuatan untuk mempertahankan kebiasaan baik sepulang dari Tanah Suci.

4. Doa Tawaf Putaran Keempat: Memohon Kesehatan dan Perlindungan

Kesehatan merupakan bekal penting untuk beribadah dan menjalankan amanah keluarga. Putaran keempat dapat diisi dengan permohonan perlindungan bagi diri sendiri, pasangan, anak, orang tua, dan orang-orang tercinta.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah.

Artinya:

“Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu di dunia dan akhirat.”

Tidak mengapa menyebut nama anggota keluarga di dalam hati. Jamaah juga boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia, misalnya:

“Ya Allah, sehatkan tubuh kami, kuatkan kami dalam beribadah, dan lindungi keluarga kami dari penyakit serta segala keburukan.”

5. Doa Tawaf Putaran Kelima: Memohon Kebaikan untuk Orang Tua dan Keluarga

Pada putaran kelima, arahkan doa kepada orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbigfir lī wa liwālidayya warḥamhumā kamā rabbayānī ṣagīrā.

Artinya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika kecil.”

Apabila orang tua telah wafat, doakan agar Allah mengampuni, melapangkan kubur, dan menempatkan mereka dalam rahmat-Nya. Apabila masih hidup, mintalah kesehatan, umur yang berkah, dan kemudahan bagi mereka dalam menaati Allah.

Doa juga dapat dilanjutkan untuk pasangan dan anak:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yun, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan hati, serta jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.”

6. Doa Tawaf Putaran Keenam: Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

Memohon rezeki saat tawaf bukanlah sesuatu yang keliru. Jamaah dapat meminta rezeki yang halal, cukup, menenteramkan hati, dan tidak menjauhkan diri dari Allah.

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.

Artinya:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Sampaikan pula kebutuhan yang sedang dihadapi dengan jujur. Mungkin berupa kelancaran usaha, pekerjaan yang lebih baik, kemampuan melunasi utang, kemudahan mendidik anak, atau kesempatan kembali mengunjungi Baitullah.

Namun, iringi permohonan tersebut dengan harapan agar rezeki membawa keberkahan, bukan sekadar bertambah secara jumlah.

7. Doa Tawaf Putaran Ketujuh: Memohon Diterimanya Ibadah

Putaran terakhir menjadi waktu yang baik untuk memohon agar tawaf, umroh, doa, dan seluruh amal diterima oleh Allah.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Rabbanā taqabbal minnā innaka antas-Samī‘ul-‘Alīm, wa tub ‘alainā innaka antat-Tawwābur-Raḥīm.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Di penghujung putaran, jamaah dapat menyampaikan seluruh harapan yang belum sempat dipanjatkan. Mohonlah agar kepulangan dari Tanah Suci membawa perubahan yang baik, hati yang lebih lembut, dan semangat ibadah yang tetap terjaga.

Bolehkah Membaca Doa Tawaf dalam Bahasa Indonesia?

Jamaah boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia, terutama untuk doa pribadi di luar bacaan yang telah diajarkan secara khusus. Hal ini justru dapat membantu seseorang memahami dan menghayati permohonannya.

Misalnya:

“Ya Allah, ampuni kesalahan kami, terimalah ibadah kami, sehatkan kedua orang tua kami, lindungi keluarga kami, dan tuntunlah kami agar selalu berada di jalan-Mu.”

Doa seperti ini sederhana, tetapi dapat diucapkan dengan penuh kesungguhan. Jamaah tidak perlu memaksakan diri membaca teks Arab yang panjang apabila hal tersebut membuat perhatian terpecah, tersesat dari rombongan, atau mengganggu kelancaran jamaah lain.

Membawa buku doa atau membacanya melalui ponsel juga pada dasarnya dapat membantu. Namun, tetap perhatikan langkah dan kondisi sekitar agar tidak berhenti mendadak di jalur tawaf.

Tips Agar Lebih Khusyuk Saat Membaca Doa Tawaf

1. Pahami Arti Doa Sebelum Berangkat

Doa yang dipahami akan lebih mudah dihayati daripada rangkaian bacaan yang sekadar dihafalkan.

2. Buat Daftar Permohonan dari Rumah

Catat doa untuk diri sendiri, orang tua, pasangan, anak, pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan akhirat agar tidak ada amanah doa yang terlupakan.

3. Tidak Perlu Memaksakan

tidak perlu memaksakan satu putaran untuk satu bacaan panjang. Kecepatan tawaf dapat berubah mengikuti kepadatan, sehingga doa sebaiknya dibaca dengan tenang dan fleksibel.

4. Utamakan Keselamatan

Panduan resmi Saudi mengingatkan jamaah agar tidak melawan arah tawaf, tidak berhenti mendadak, dan menghindari dorong-mendorong ketika kondisi padat.

5. Ikuti Arahan Pembimbing

Bimbingan yang jelas akan membantu jamaah memahami posisi Hajar Aswad, Rukun Yamani, hitungan putaran, hingga rangkaian ibadah setelah tawaf.

Pemahaman mengenai bacaan tawaf sebaiknya disertai pengetahuan tentang urutan ibadah secara menyeluruh. Sahabat Nava dapat mempelajari panduan lengkap tata cara umroh mulai dari ihram di miqat, tawaf, sa’i, hingga tahallul agar setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lebih tenang.

Persiapkan Perjalanan Umroh dengan Lebih Tenang

Setiap jamaah memiliki kebutuhan perjalanan yang berbeda, mulai dari pilihan jadwal, fasilitas, hingga pendampingan ibadah selama di Tanah Suci.

Sahabat Nava dapat melihat program paket umroh Nava Tour yang tersedia dan memilih perjalanan yang paling sesuai bersama keluarga.

Bila masih ragu menentukan pilihan, konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan umroh bersama tim Nava Tour. Dengan informasi yang lebih jelas sejak awal, persiapan menuju Baitullah dapat terasa lebih aman, nyaman, dan menenangkan.

Bagikan Artikel