Daftar Umroh
Daftar Haji
Badal Haji
Yanto | Hasan | Mumu | Lela
Daftar Umroh
Daftar Haji
Badal Haji
Yanto | Hasan | Mumu | Lela

Nava Tour

Larangan Umroh Bagi Pria Beserta Sanksinya

Larangan Umroh Bagi Pria Beserta Sanksinya

Dalam pelaksanaan ibadah ke Tanah Suci, terdapat beberapa larangan umroh dalam keadaan berihram yang diperuntukkan bagi pria. Berihram sendiri menjadi tanda dimulainya umroh dan selama masa tersebut Anda harus menjaga kesucian dan menghindari segala larangannya. Jika larangan umroh tersebut dilanggar, Anda akan dikenakan sanksi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui dan menghindari apa saja larangan umroh bagi para pria untuk menjaga kekhusyu’an ibadah Anda di Tanah Suci.

larangan umroh untuk pria

 

Larangan Umroh Bagi Pria

Ada beberapa larangan umroh bagi pria yang tidak boleh dilakukan oleh Anda yang sedang berihram. Larangan tersebut antara lain :

  1. Larangan Menutup Kepala

Menutup kepala saat ihram, baik dengan kain, sorban, ataupun topi, menjadi larangan umroh untuk pria pertama yang wajib Anda patuhi. Hal ini dikarenakan kepala merupakan bagian tubuh yang wajib tersingkap saat ihram untuk menunjukkan rasa tunduk kepada Allah. Jika Anda menutup kepala saat berihram, ini dapat menjadi tanda kesombongan dan keangkuhan.

  1. Memakai pakaian berjahit

Anda yang ingin melaksanakan umroh tidak diperbolehkan memakai pakaian berjahit saat sedang berihram. Ini termasuk ke dalam larangan umroh bagi pria karena pakaian berjahit dianggap tidak sesuai dengan prinsip berihram yang menekankan pada kerendahan hati. Selain itu, pakaian berjahit dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dimana hal ini bisa mengganggu kekhusyu’an Anda dalam beribadah.

  1. Memakai Wewangian

Hal ini merupakan salah satu larangan bagi pria setelah berihram yang wajib dipatuhi selama di Tanah Suci. Baik parfum, deodorant, dan wewangian apapun dilarang untuk Anda pakai. Larangan umroh pria ini ada karena anggapan bahwa memakai minyak wangi dianggap perkara yang mudah menggerakkan hawa nafsu.

  1. Berkata Kosor atau Kasar

Bagi jamaah pria, larangan umroh yang selanjutnya tidak boleh dilakukan yaitu berkata kotor atau kasar. Perkataan kasar dapat mengurangi pahala umroh Anda. Perilaku ini juga bisa menyakiti perasaan orang lain yang dapat dikategorikan sebagai dosa dalam islam.  

  1. Membunuh Binatang Buruan

berikutnya adalah berburu binatang. Ini didasarkan pada Surah Al-Maidah ayat 1 yang berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ 

“Yâ ayyuhalladzîna âmanû aufû bil-‘uqûd, uḫillat lakum bahîmatul-an‘âmi illâ mâ yutlâ ‘alaikum ghaira muḫillish-shaidi wa antum ḫurum, innallâha yaḫkumu mâ yurîd”

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.”

  1. Berhubungan Badan

Berhubungan badan merupakan jenis larangan umroh pria yang memiliki hukuman terberat yakni mengulangi ibadah umrohnya dari awal. Apabila Anda sudah melakukan ihram, maka sangat dilarang untuk melakukan sesuatu yang dapat mengundang syahwat. Larangan ini didasarkan pada Hadits Nabi Muhammad SAW, yakni :

“Barangsiapa yang telah berihram, maka tidak boleh baginya bersetubuh, tidak boleh berbuat fasik, dan tidak boleh bertengkar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Informasi umroh juli 2024

Sanksi bagi Jamaah Pria yang Melanggar Larangan Umroh

Bagi Anda yang melanggar larangan-larangan umroh akan dikenakan sanksi. Berikut adalah penjelasan sanksi-sanksi melanggar larangan umroh bagi pria :

  1. Sanksi Larangan Umroh Bagi Pria Ringan

Maksud larangan umroh bagi pria ringan seperti memakai baju jahit, memakai wewangian atau memotong kuku. Untuk menebusnya, Anda boleh menyembelih seekor kambing atau membayar fidyah dengan memberi makan enam orang miskin. Jika tidak mampu, maka Anda juga dapat menebusnya dengan berpuasa selama tiga hari.

  1. Sanksi Larangan Umroh Membunuh Binatang Buruan

Apabila membunuh binatang buruan pada saat sudah berihram maka denda yang harus Anda laksanakan yaitu menyembelih hewan ternak sebanding dengan hewan yang dibunuhnya. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Maidah ayat 95 yang berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ وَمَنْ قَتَلَهٗ مِنْكُمْ مُّتَعَمِّدًا فَجَزَۤاءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهٖ ذَوَا عَدْلٍ مِّنْكُمْ هَدْيًا ۢ بٰلِغَ الْكَعْبَةِ اَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسٰكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوْقَ وَبَالَ اَمْرِهٖۗ عَفَا اللّٰهُ عَمَّا سَلَفَۗ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللّٰهُ مِنْهُۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ

“Yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ taqtulush-shaida wa antum ḫurum, wa mang qatalahû mingkum muta‘ammidan fa jazâ’um mitslu mâ qatala minan-na‘ami yaḫkumu bihî dzawâ ‘adlim mingkum hadyam bâlighal-ka‘bati au kaffâratun tha‘âmu masâkîna au ‘adlu dzâlika shiyâmal liyadzûqa wa bâla amrih, ‘afallâhu ‘ammâ salaf, wa man ‘âda fa yantaqimullâhu min-h, wallâhu ‘azîzun dzuntiqâm”

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh hewan buruan, ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, dendanya (ialah menggantinya) dengan hewan ternak yang sepadan dengan (hewan buruan) yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu (hewan kurban) yang (dibawa) sampai ke Ka‘bah atau (membayar) kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa, seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan perbuatan yang telah lalu. Siapa kembali mengerjakannya, pasti Allah akan menyiksanya. Allah Maha perkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas”

  1. Sanksi Larangan Umroh Berhubungan Badan

Bila melakukan hubungan badan saat berihram, maka umrohnya batal. Anda harus mengulang ibadah umroh dari awal di tahun depan dan menyembelih hewan qurban seekor unta. Jika tidak mampu, maka Anda boleh menyembelih seekor sapi atau tujuh ekor kambing. Apabila tujuh ekor kambing masih terlalu berat, Anda dapat memberi makan ke orang miskin atau berpuasa selama 3 hari berturut-turut.

  1. Sanksi Larangan Umroh Berkata Kasar

Melakukan perbuatan dosa setelah berihram seperti ghibah, berkata kasar atau adu domba, maka Anda wajib memohon ampun kepada Allah. Dalam Islam, dosa lisan dapat diampuni dengan cara bertaubat kepada Allah.

Itulah beberapa larangan umroh bagi pria beserta sanksi yang berlaku untuk setiap pelanggarannya. Sebagai catatan, sanksi yang diberikan dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, pelajari dengan seksama semua larangan umroh bagi pria sebelum Anda berangkat ke Tanah Suci. Semoga informasi ini bermanfaat!