Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah: Panduan Rukun, Urutan Ibadah, dan Larangannya

Tata cara umroh sesuai sunnah dari miqat hingga tahallul

Berangkat ke Tanah Suci bukan hanya soal menyiapkan paspor, koper, dan jadwal perjalanan. Jemaah juga perlu memahami tata cara umroh sejak sebelum berangkat agar setiap tahap dapat dilaksanakan dengan benar, tertib, dan lebih tenang.

Dalam panduan Kementerian Agama, rangkaian utama umrah terdiri dari ihram atau niat, tawaf, sa’i, bercukur atau tahallul, lalu tertib. Kelima hal tersebut merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu rukun tidak terlaksana, ibadah umrah belum sempurna secara hukum.

Selain rukun, ada pula kewajiban dan sunnah yang perlu dipahami. Karena itu, jemaah pemula tidak perlu sekadar menghafal urutan gerakan. Memahami mana yang termasuk rukun umroh, wajib, sunnah, dan larangan ihram akan membantu jemaah mengambil keputusan dengan lebih tepat saat menghadapi situasi di lapangan.

Syarat dan Kesiapan Sebelum Memulai Umrah

Kementerian Agama menyebut lima syarat umrah, yaitu Islam, balig, berakal sehat, merdeka, dan istitha’ah atau mampu. Istitha’ah tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi secara umum juga menggambarkan kemampuan seseorang menjalankan perjalanan ibadah.

Agar lebih mudah dipahami, bedakan tiga istilah berikut:

  • Syarat umrah: ketentuan yang membuat seseorang terkena kewajiban atau memenuhi kelayakan untuk berumrah.
  • Rukun umrah: bagian inti ibadah yang harus dilaksanakan. Jika ditinggalkan, umrah tidak sah.
  • Wajib umrah: kewajiban yang harus dipenuhi, seperti berihram dari miqat. Jika dilanggar, umrah tidak otomatis batal, tetapi dapat menimbulkan kewajiban dam sesuai ketentuan fikih.

Calon jemaah yang ingin memahami landasan ini lebih dalam dapat membaca panduan syarat dan rukun umroh sebelum mengikuti manasik.

Sebelum menuju miqat, jemaah juga dianjurkan mempersiapkan diri dengan mandi, membersihkan diri, dan mengenakan pakaian ihram. Laki-laki menggunakan dua lembar kain ihram, sementara perempuan tetap menggunakan pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat.

Panduan Rukun Utama Umrah (Step-by-Step)

1. Niat dan Ihram dari Miqat

Urutan ibadah umroh dimulai dengan niat ihram. Miqat adalah batas tempat jemaah mulai memasuki keadaan ihram.

Lokasinya menyesuaikan arah kedatangan. Jemaah yang berangkat dari Madinah umumnya mengambil miqat di Dzulhulaifah atau Bir Ali, sedangkan jemaah yang datang melalui jalur lain perlu mengikuti miqat sesuai rute perjalanan dan arahan pembimbing.

Ketika sampai atau sebelum melewati miqat, jemaah berniat umrah, misalnya dengan mengucapkan:

“Labbaika ‘umratan.”
Artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah.

Setelah niat, jemaah telah berada dalam keadaan ihram dan wajib menjaga seluruh larangannya. Selama perjalanan menuju Makkah, perbanyak membaca talbiyah. Kemenag juga menganjurkan jemaah memperbanyak talbiyah setelah berihram.

2. Tawaf Mengelilingi Ka’bah

Sesampainya di Masjidil Haram, jemaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, posisi Ka’bah berada di sebelah kiri, serta memulai dan mengakhiri putaran sejajar dengan Hajar Aswad.

Secara ringkas, cara tawaf adalah:

  1. Pastikan kondisi siap untuk tawaf dan menjaga kesucian sebagaimana tuntunan manasik yang digunakan.
  2. Mulai dari posisi sejajar Hajar Aswad.
  3. Berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam.
  4. Hitung setiap putaran dengan teliti sampai tujuh kali.
  5. Akhiri putaran ketujuh kembali sejajar dengan Hajar Aswad.

Menurut panduan manasik Kemenag, orang yang melakukan tawaf harus suci dari hadas besar maupun kecil.

Tidak perlu memaksakan diri mencium Hajar Aswad ketika kondisi padat. Jika tidak memungkinkan mendekat, cukup memberi isyarat sesuai tuntunan. Keselamatan jemaah harus didahulukan daripada memaksakan amalan sunnah di tengah kerumunan.

Untuk pembahasan teknis lebih rinci, lihat panduan lengkap tawaf.

3. Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah

Setelah tawaf, rangkaian berikutnya adalah sa’i dari Shafa menuju Marwah sebanyak tujuh perjalanan.

Perhitungannya sering membuat first-timer bingung. Caranya sederhana:

Shafa → Marwah dihitung satu kali.
Marwah → Shafa dihitung dua kali.

Begitu seterusnya hingga perjalanan ketujuh berakhir di Marwah. Kemenag menjelaskan sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah setelah tujuh kali perjalanan.

Pada bagian tertentu antara Shafa dan Marwah terdapat penanda hijau. Laki-laki yang mampu disunnahkan berjalan lebih cepat pada area tersebut, sedangkan perempuan berjalan seperti biasa.

Jangan terlalu terpaku pada bacaan tertentu untuk setiap perjalanan. Jemaah dapat memperbanyak doa, zikir, dan permohonan kepada Allah sepanjang sa’i.

4. Tahallul

Setelah selesai sa’i, jemaah melakukan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut. Tahallul menandai berakhirnya rangkaian umrah dan larangan ihram.

Dalam panduan Kemenag yang menggunakan pendekatan fikih yang umum dipakai jemaah Indonesia, rambut yang dipotong sekurang-kurangnya tiga helai. Namun, bagi laki-laki, mencukur seluruh rambut kepala lebih utama daripada sekadar memendekkannya. Perempuan cukup memotong sebagian ujung rambutnya.

Setelah tahallul selesai, jemaah kembali diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.

5. Tertib

Rukun terakhir adalah tertib, yaitu melaksanakan rangkaian sesuai urutannya:

Ihram → Tawaf → Sa’i → Tahallul.

Urutan ini tidak boleh dibolak-balik. Kemenag memasukkan tertib sebagai salah satu dari lima rukun umrah.

Hal-Hal yang Dilarang Saat Ihram & Panduan Khusus Jemaah Wanita

Setelah berniat ihram hingga selesai tahallul, terdapat sejumlah larangan ihram umroh yang harus dijaga.

Secara umum, laki-laki dan perempuan dilarang menggunakan wewangian setelah niat ihram, memotong kuku, mencabut atau mencukur rambut, melakukan hubungan seksual atau aktivitas yang mengarah kepadanya, serta melakukan akad nikah atau tindakan terkait pernikahan sesuai ketentuannya. Jemaah juga harus menjaga perkataan dan perilaku selama ihram.

Khusus laki-laki, larangan mencakup menutup kepala dengan sesuatu yang melekat dan mengenakan pakaian yang membentuk anggota tubuh seperti baju dan celana. Istilah “pakaian berjahit” sering disalahpahami; yang menjadi perhatian bukan semata adanya jahitan pada kain, melainkan bentuk pakaian yang dikenakan sebagaimana pakaian biasa. Kemenag menyebutnya sebagai pakaian bertangkup.

Khusus perempuan, pakaian ihram tidak harus berupa model atau warna tertentu. Perempuan tetap berpakaian menutup aurat, tetapi dalam keadaan ihram tidak memakai cadar yang menempel pada wajah dan tidak menggunakan sarung tangan.

Bagaimana jika haid datang?

Perempuan tetap dapat berniat ihram dari miqat meskipun sedang haid. Namun, ketika tiba di Makkah, ia menunggu hingga suci sebelum melaksanakan tawaf dalam kondisi normal. Kemenag menegaskan bahwa perempuan yang sedang haid tetap dapat berniat umrah dari miqat dan mempertahankan keadaan ihram hingga dapat menyelesaikan rangkaiannya.

Karena kondisi masing-masing jemaah perempuan bisa berbeda, pembahasan lebih lengkap dapat dibaca melalui tata cara umroh wanita.

Penutup

Memahami tata cara umroh membuat jemaah tidak hanya mengikuti rombongan, tetapi mengetahui apa yang sedang dikerjakan sejak niat di miqat sampai tahallul.

Ingat urutan sederhananya: ihram, tawaf tujuh putaran, sa’i tujuh perjalanan, tahallul, lalu tertib. Pahami pula wajib umrah dan larangan ihram agar kesalahan yang sebenarnya dapat dicegah tidak terjadi selama perjalanan.

Bagi first-timer, mengikuti manasik sebelum keberangkatan sangat dianjurkan. Jangan ragu bertanya kepada pembimbing ketika menghadapi persoalan fikih di lapangan, terutama untuk kondisi khusus seperti sakit, keterbatasan fisik, atau haid.

Dengan ilmu yang cukup dan pendampingan yang tepat, jemaah dapat menjalani setiap tahapan dengan lebih tenang, tertib, dan khusyuk.

Saat memilih perjalanan, pertimbangkan pula travel yang menyediakan bimbingan manasik dan pembimbing ibadah berpengalaman, sehingga Sahabat Nava tidak hanya dibantu dari sisi perjalanan, tetapi juga memiliki tempat bertanya selama menjalankan rangkaian umrah.

Bagikan Artikel