Bagi umat Islam, kota Mekkah menyimpan banyak sekali tempat bersejarah yang penuh makna. Salah satu yang paling terkenal adalah Jabal Nur, sebuah gunung yang menjadi saksi awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Tempat ini tidak hanya dikenal karena pemandangannya, tetapi juga karena kisah luar biasa yang melekat di dalamnya.
Banyak jamaah haji maupun umroh menjadikan Jabal Nur sebagai destinasi religi yang wajib dikunjungi. Tetapi, mungkin masih banyak yang bertanya: apa sebenarnya keistimewaan Jabal Nur? Apakah sama dengan Gua Hira? Dan bagaimana membedakannya dengan Jabal Tsur?
Artikel ini akan membahas tuntas semua pertanyaan tersebut dengan bahasa sederhana, sehingga Anda bisa lebih memahami sejarah sekaligus makna spiritual Jabal Nur.
Isi Artikel
ToggleApa Itu Jabal Nur?
Secara bahasa, “Jabal Nur” berarti Gunung Cahaya. Gunung ini terletak sekitar 4 km di sebelah timur laut Masjidil Haram, Mekkah, dengan ketinggian ±640 meter. Meski tidak terlalu tinggi dibanding gunung lain, medan menuju puncaknya cukup menantang karena memiliki ratusan anak tangga terjal.
Di puncak Jabal Nur inilah terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW sering menyendiri untuk bertafakur sebelum menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Karena itulah, gunung ini mendapat sebutan “Gunung Cahaya”, melambangkan datangnya cahaya petunjuk bagi umat manusia.
Apa Keistimewaan Jabal Nur?
Jabal Nur memiliki keistimewaan yang sangat mendalam bagi umat Islam, di antaranya:
1. Tempat Turunnya Wahyu Pertama
Di Gua Hira yang berada di puncak Jabal Nur, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW berupa Surah Al-‘Alaq ayat 1–5: “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq…”
2. Saksi Sejarah Awal Kenabian
Gunung ini menjadi saksi bisu perjalanan spiritual Nabi Muhammad sebelum diangkat sebagai Rasul.
3. Menjadi Tujuan Wisata Religi
Hingga kini, Jabal Nur ramai dikunjungi jamaah haji dan umroh yang ingin merasakan langsung suasana tempat bersejarah ini.
4. Mengajarkan Kesabaran dan Keteguhan
Perjalanan mendaki Jabal Nur mengajarkan arti perjuangan dan kesabaran. Hal ini melambangkan perjalanan spiritual seorang Muslim menuju ridha Allah.
Apakah Jabal Nur Sama dengan Gua Hira?
Pertanyaan ini sering muncul. Jawabannya: tidak sama, tetapi saling berkaitan.
- Jabal Nur adalah nama gunungnya.
- Gua Hira adalah gua kecil yang terletak di puncak Jabal Nur.
Gua Hira inilah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Jadi, Jabal Nur adalah gunungnya, sedangkan Gua Hira adalah lokasi spesifik di dalamnya.
Apa yang Dilakukan Nabi Muhammad di Gua Jabal Nur?
Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW sering menghabiskan waktu di Gua Hira untuk bertahannuts atau beribadah dengan cara menyendiri, merenungi ciptaan Allah, dan menjauh dari kebiasaan jahiliyah masyarakat Quraisy.
Saat berusia 40 tahun, di gua inilah beliau menerima wahyu pertama yang menandai awal kenabian. Peristiwa monumental itu menjadi titik awal penyebaran Islam ke seluruh dunia.
Apa Bedanya Jabal Nur dan Jabal Tsur?
Meski sama-sama terkenal, Jabal Nur dan Jabal Tsur berbeda:
Jabal Nur
- Terletak di timur laut Masjidil Haram.
- Puncaknya terdapat Gua Hira.
- Tempat turunnya wahyu pertama.
Jabal Tsur
- Terletak di selatan kota Mekkah.
- Puncaknya terdapat Gua Tsur.
- Tempat Nabi Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy saat hijrah ke Madinah.
Dengan demikian, keduanya sama-sama bersejarah, tetapi memiliki momen berbeda dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Tips Mengunjungi Jabal Nur
- Bagi jamaah yang ingin mendaki Jabal Nur, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:
- Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, karena jalurnya cukup terjal.
- Bawa air minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
- Usahakan berangkat pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas.
- Jangan terburu-buru, nikmati setiap langkah sebagai bagian dari perjalanan spiritual.
Kesimpulan
Jabal Nur bukan sekadar gunung, melainkan saksi sejarah awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Di sinilah cahaya Islam pertama kali muncul melalui Gua Hira. Meski sering disamakan, Jabal Nur berbeda dengan Jabal Tsur, karena masing-masing memiliki peristiwa sejarah yang unik.
Bagi jamaah haji maupun umroh, mendaki Jabal Nur bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Setiap langkah mengingatkan kita pada perjuangan Nabi dalam menyampaikan risalah Islam.
Jika Anda berencana beribadah sekaligus mengunjungi Jabal Nur, jangan lupa menyiapkan anggaran. Cek rincian biaya umroh terbaru agar persiapan Anda lebih matang.










