Uang Saku Umroh: Berapa yang Perlu Dibawa?

uang saku umroh dalam bentuk riyal

Uang saku umroh untuk perjalanan 9–12 hari umumnya dapat disiapkan sekitar 750–1.500 Saudi Riyal (SAR) per orang apabila hotel, makan, dan transportasi utama sudah termasuk dalam paket.

Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan pribadi, makanan tambahan, laundry, sedekah, oleh-oleh secukupnya, serta dana cadangan tanpa harus membawa terlalu banyak uang tunai.

Agar lebih praktis, jamaah dapat membagi anggaran antara riyal tunai dan kartu debit yang aktif untuk transaksi internasional sehingga pembayaran selama di Makkah dan Madinah lebih fleksibel.

Berapa Uang Saku yang Harus Dibawa Saat Umroh?

Tidak ada jumlah uang saku yang wajib dibawa setiap jamaah. Kebutuhannya bergantung pada fasilitas paket, durasi perjalanan, kebiasaan jajan, dan rencana membeli oleh-oleh.

Jika makan tiga kali sehari, hotel, transportasi rombongan, dan kebutuhan utama sudah termasuk dalam paket, kisaran berikut dapat dijadikan gambaran:

Gaya pengeluaran Estimasi SAR Estimasi Rupiah* Cocok untuk
Hemat 500–750 SAR Rp2,4–Rp3,6 juta Jajan ringan dan kebutuhan pribadi
Cukup nyaman 1.000–1.500 SAR Rp4,8–Rp7,2 juta Kebutuhan harian, oleh-oleh, dan dana cadangan
Banyak belanja Mulai 2.000 SAR Mulai Rp9,5 juta Oleh-oleh keluarga besar dan belanja tambahan

*Estimasi menggunakan kurs sekitar Rp4.767 per 1 SAR. Nilai tukar di bank atau money changer dapat berbeda dan berubah sewaktu-waktu.

Angka tersebut merupakan uang saku pribadi, bukan biaya paket umroh. Karena itu, periksa dahulu fasilitas yang sudah termasuk agar anggaran tidak terlalu besar atau justru kurang.

Berapa Uang Saku Umroh 9 Hari?

Untuk perjalanan umroh 9 hari, uang saku sekitar 750–1.000 SAR atau sekitar Rp3,6–Rp4,8 juta per orang sudah cukup nyaman bagi jamaah yang kebutuhan utamanya telah ditanggung travel.

Sebagai contoh, anggaran 1.000 SAR atau sekitar Rp4,8 juta dapat dibagi untuk kebutuhan harian, makanan tambahan, laundry, oleh-oleh secukupnya, dan dana cadangan.

Jika Sahabat Nava lebih hemat dan tidak berencana banyak berbelanja, 500–750 SAR atau sekitar Rp2,4–Rp3,6 juta juga dapat dipertimbangkan. Namun, sebaiknya dana darurat tetap dipisahkan agar tidak ikut terpakai untuk belanja.

Baca juga: Durasi Umroh yang Umum Dipilih Jamaah

Umroh 12 Hari Bawa Uang Saku Berapa?

Untuk umroh 12 hari, siapkan sekitar 1.000–1.500 SAR atau kurang lebih Rp4,8–Rp7,2 juta per orang agar pengeluaran lebih leluasa.

Tambahan waktu perjalanan dapat membuat kebutuhan untuk laundry, makanan tambahan, minuman, kebutuhan pribadi, dan oleh-oleh menjadi lebih besar.

Sebagai gambaran:

Kebutuhan Anggaran SAR Estimasi Rupiah
Pengeluaran harian 400 SAR ± Rp1,9 juta
Makanan tambahan 200 SAR ± Rp953 ribu
Laundry & kebutuhan pribadi 100 SAR ± Rp477 ribu
Oleh-oleh 400 SAR ± Rp1,9 juta
Dana darurat 300 SAR ± Rp1,43 juta
Total 1.400 SAR ± Rp6,67 juta

Jumlah tersebut bukan angka wajib. Jika fasilitas paket sudah lengkap dan jamaah tidak banyak berbelanja, kebutuhan uang saku bisa lebih rendah.

Sebaliknya, jika ingin membeli banyak kurma, parfum, sajadah, mukena, atau oleh-oleh untuk keluarga besar, buat anggaran khusus agar dana harian dan dana darurat tetap aman.

Berapa Uang untuk Umroh 1 Orang?

Pertanyaan ini perlu dibedakan antara biaya perjalanan umroh dan uang saku.

Baca juga: Rincian Biaya Umroh dan Estimasi Lengkap

Biaya perjalanan biasanya mencakup tiket pesawat, visa, hotel, transportasi, konsumsi, manasik, serta berbagai fasilitas sesuai paket yang dipilih.

Sementara itu, uang saku digunakan untuk kebutuhan pribadi yang tidak termasuk dalam paket.

Jika yang dimaksud adalah uang pribadi selama berada di Arab Saudi, sekitar 1.000–1.500 SAR per orang sudah menjadi anggaran yang nyaman untuk banyak jamaah.

Gunakan rumus sederhana:

Pengeluaran harian × jumlah hari + oleh-oleh + kebutuhan khusus + dana darurat.

Cara ini lebih akurat daripada sekadar mengikuti jumlah uang yang dibawa teman atau keluarga.

Berapa Banyak Riyal Tunai yang Sebaiknya Dibawa?

Membawa seluruh uang dalam bentuk tunai sebenarnya tidak perlu.

Arab Saudi sudah sangat terbiasa dengan transaksi digital. Saudi Central Bank mencatat pembayaran elektronik mencapai 85% dari seluruh transaksi ritel pada 2025.

Visit Saudi juga menyebut kartu seperti Visa, Mastercard, dan American Express diterima di banyak toko, restoran, hotel, dan penyedia transportasi.

Karena itu, sebagai pembagian praktis—bukan aturan resmi—jamaah dapat menggunakan:

  • 30–40% uang tunai dalam SAR.
  • 60–70% dalam kartu debit/kredit atau pembayaran non-tunai.

Misalnya membawa anggaran 1.200 SAR, sekitar 400–500 SAR dapat disiapkan dalam bentuk tunai dan sisanya tetap tersedia melalui kartu.

Tunai tetap berguna untuk transaksi kecil, sedekah, toko tertentu, atau ketika jaringan pembayaran sedang bermasalah.

Pecahan Riyal Apa yang Sebaiknya Dibawa?

Jangan hanya membawa pecahan besar.

Siapkan kombinasi:

  • 5 SAR.
  • 10 SAR.
  • 50 SAR.
  • 100 SAR.

Pecahan kecil jauh lebih praktis untuk membeli minuman, camilan, atau kebutuhan sederhana.

Simpan sebagian uang kecil di dompet harian dan jangan membawa seluruh uang tunai ketika keluar hotel.

Apakah Kartu Debit Indonesia Bisa Dipakai di Arab Saudi?

Bisa, selama kartu mendukung jaringan pembayaran internasional dan fitur transaksi luar negeri sudah aktif.

Sebelum berangkat, cek kartu dan aplikasi bank. Perhatikan:

  • Logo Visa atau Mastercard.
  • Aktivasi transaksi internasional.
  • Limit transaksi harian.
  • Biaya konversi mata uang.
  • Biaya penarikan ATM.
  • Nomor layanan bank apabila kartu bermasalah.

Saudi Arabia memiliki jaringan pembayaran elektronik yang luas dan banyak transaksi sudah dilakukan secara non-tunai.

Sebaiknya tetap membawa dua sumber dana jika memungkinkan. Misalnya satu kartu utama dan satu kartu cadangan yang disimpan terpisah.

Bagaimana dengan M-Banking?

M-banking sangat berguna untuk memantau saldo, mengecek transaksi, memindahkan dana, atau mengatur kartu, tetapi jangan menganggap aplikasi mobile banking Indonesia otomatis dapat digunakan untuk membayar semua toko di Arab Saudi.

Untuk pembayaran langsung, jamaah lebih praktis mengandalkan kartu debit/kredit yang memang mendukung transaksi internasional.

Pastikan nomor Indonesia masih dapat menerima OTP jika bank membutuhkannya. Pertimbangkan roaming atau metode autentikasi lain yang disediakan bank.

Jangan lupa mengaktifkan notifikasi transaksi agar setiap pembayaran dapat langsung diperiksa.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Cash dan Kartu?

Gunakan uang tunai untuk:

  • Transaksi kecil.
  • Sedekah.
  • Belanja di toko sederhana.
  • Situasi darurat.
  • Tempat yang tidak menerima kartu.

Gunakan kartu untuk:

  • Restoran.
  • Supermarket.
  • Pusat perbelanjaan.
  • Hotel.
  • Pembelian dengan nominal lebih besar.

Dengan cara ini, uang tunai tidak cepat habis dan jamaah tidak perlu membawa banyak riyal di dalam tas.

Cara Membagi Uang Saku agar Tidak Boros

Buat empat pos sebelum keberangkatan:

1. Uang harian
Untuk minuman, makanan tambahan, atau kebutuhan kecil.

2. Oleh-oleh
Tentukan batas maksimal sejak dari Indonesia.

3. Dana darurat
Jangan digunakan untuk membeli oleh-oleh.

4. Saldo kartu
Gunakan untuk transaksi lebih besar atau cadangan.

Jika membawa 1.200 SAR, misalnya, jangan menganggap seluruhnya sebagai “uang belanja”. Tetapkan sejak awal berapa yang boleh digunakan untuk oleh-oleh.

Cara sederhana ini membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Jadi, Berapa Uang Saku Umroh yang Aman?

Untuk jamaah dengan fasilitas paket yang sudah lengkap, 750–1.000 SAR untuk umroh 9 hari dan sekitar 1.000–1.500 SAR untuk umroh 12 hari merupakan kisaran yang nyaman untuk dipertimbangkan.

Jika lebih hemat, 500–750 SAR mungkin cukup. Jika banyak berbelanja, siapkan 2.000 SAR atau lebih dan pisahkan anggarannya.

Tidak perlu membawa semuanya dalam bentuk uang tunai. Dengan transaksi digital yang sudah luas di Arab Saudi, kombinasi 30–40% riyal tunai dan 60–70% kartu dapat menjadi pembagian yang praktis.

Pada akhirnya, uang saku umroh yang ideal bukan yang paling besar, tetapi yang dihitung sesuai kebutuhan.

Sahabat Nava dapat melihat layanan perjalanan dan pendampingan Nava Tour Travel untuk mengenal lebih jauh bagaimana kebutuhan jamaah dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali dari Tanah Suci.

Bagikan Artikel