Panduan Lengkap Mencium Hajar Aswad: Hukum, Tata Cara, Doa, dan Tips Aman

mencium hajar aswad saat umroh, begini caranya

Hajar Aswad merupakan batu yang berada di sudut timur Ka’bah dan menjadi titik awal serta akhir setiap putaran tawaf. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa Hajar Aswad berasal dari surga.

Banyak jemaah berharap dapat mencium Hajar Aswad secara langsung. Namun, keinginan tersebut tidak boleh membuat seseorang memaksa masuk ke kerumunan, mendorong, atau menyakiti jemaah lain.

Mencium Hajar Aswad merupakan amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW, bukan rukun atau syarat sah umrah. Umar bin Khattab RA juga menegaskan bahwa beliau menciumnya karena melihat Rasulullah SAW melakukan hal tersebut.

Hukum Mencium Hajar Aswad dalam Fikih

Hukum mencium Hajar Aswad adalah sunnah bagi orang yang mampu melakukannya tanpa menimbulkan bahaya. Panduan resmi Kementerian Haji Saudi juga menegaskan bahwa Hajar Aswad hanya disentuh apabila dapat dilakukan tanpa mendorong atau menyakiti orang lain.

Karena itu, jangan mempertaruhkan keselamatan demi mengejar amalan sunnah. Menjaga diri dan tidak menyakiti sesama jemaah harus diutamakan.

Tata Cara Mencium & Istilam Hajar Aswad Sesuai Kondisi

Kondisi Sepi dan Aman

Ketika keadaan memungkinkan, jemaah dapat mendekat lalu mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan dan menciumnya. Cara ini dapat dilakukan ketika memulai atau melewati titik Hajar Aswad dalam tata cara tawaf.

Tidak perlu berlama-lama karena jemaah lain juga memiliki hak yang sama.

Kondisi Padat dan Berdesakan

Jika tidak memungkinkan mendekat, cukup menghadap atau menunjuk ke arah Hajar Aswad dengan tangan kanan sambil bertakbir, kemudian lanjutkan tawaf. Panduan Saudi secara khusus menyarankan cara ini ketika kondisi ramai.

Jika hanya menunjuk dari kejauhan, tidak perlu mencium telapak tangan. Mencium tangan dilakukan ketika tangan benar-benar digunakan untuk menyentuh Hajar Aswad.

Jemaah kemudian dapat melanjutkan zikir dan doa tawaf tanpa harus berhenti.

Keutamaan dan Doa Saat Berada Sejajar Hajar Aswad

Dalam hadis yang dinilai hasan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Hajar Aswad kelak akan menjadi saksi bagi orang yang menyentuhnya dengan benar.

Tidak ada doa panjang khusus yang wajib dibaca saat melewatinya. Bacaan yang paling kuat landasannya adalah takbir:

Arab

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin

Allāhu Akbar.

Artinya

“Allah Mahabesar.”

Tips Strategis & Aman Mencium Hajar Aswad

  • Cari waktu yang relatif lebih lengang. Tengah malam atau di luar jam puncak kadang lebih memungkinkan, tetapi kondisi Masjidil Haram dapat berubah sewaktu-waktu.
  • Wanita, lansia, dan jemaah dengan kondisi fisik tertentu tidak perlu memaksakan diri. Isyarat dari kejauhan sudah cukup ketika area padat.
  • Jangan mendorong atau berebut. Kesabaran dan menjaga sesama lebih utama daripada mengejar sunnah dengan cara yang membahayakan. Saat berihram, pahami pula berbagai larangan umroh agar ibadah tetap tertib.
  • Hindari calo atau joki. Jangan membayar orang yang menjanjikan jalur khusus untuk membawa Anda mencapai Hajar Aswad.

Penutup

Keberhasilan umrah tidak diukur dari apakah jemaah berhasil mencium Hajar Aswad secara langsung. Jika kondisi aman, lakukan sesuai sunnah. Jika padat, cukup memberi isyarat dan bertakbir tanpa memaksakan diri.

Sahabat Nava yang ingin menjalani perjalanan dengan pendampingan ibadah dapat melihat pilihan paket umroh Nava Tour bersama muthawwif yang membantu membimbing tata cara ibadah di Tanah Suci.

 

Bagikan Artikel