Cara Cek Travel Umroh Terdaftar di Kemenag

simpu kemenag panduan lengkap cara cek izin travel umroh dan haji

Cara cek travel umroh yang terdaftar di Kemenag perlu dilakukan sebelum membayar DP atau menyerahkan dokumen penting agar calon jamaah mengetahui apakah penyelenggara memiliki izin resmi.

Namun, sejak kewenangan haji dan umrah beralih ke Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj), pengecekan travel resmi saat ini dilakukan melalui layanan Kemenhaj, termasuk aplikasi SatuHaji.

Dengan mengecek legalitas sejak awal, Sahabat Nava dapat memilih travel dengan lebih tenang dan tidak hanya mengandalkan iklan, harga murah, testimoni, atau popularitas di media sosial.

Cara Cek Izin Travel Umroh yang Terdaftar Resmi

Istilah “travel umroh terdaftar di Kemenag” masih sering digunakan masyarakat. Namun, layanan haji dan umrah sekarang sudah menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Karena itu, calon jamaah sebaiknya menggunakan kanal pemerintah terbaru ketika ingin memastikan legalitas sebuah travel.

1. Buka Aplikasi SatuHaji

tampilan fitur aplikasi satu haji untuk mengecek travel umroh terdaftar di kemenag
Pemerintah menyediakan SatuHaji sebagai layanan untuk membantu masyarakat melihat informasi penyelenggara perjalanan umroh.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau masyarakat menggunakan aplikasi tersebut untuk memeriksa legalitas dan kualitas travel, bukan hanya mengandalkan rating internet atau promosi dari figur di media sosial.

Jika menggunakan aplikasi SatuHaji, langkahnya adalah:

  1. Buka aplikasi SatuHaji.
  2. Pilih menu Layanan.
  3. Masuk ke Umrah & Haji Khusus.
  4. Pilih Penyelenggara Umrah (PPIU).
  5. Masukkan nama travel pada kolom pencarian.
  6. Anda juga dapat menggunakan filter provinsi untuk mempersempit hasil.
  7. Pilih nama penyelenggara untuk melihat informasi legalitasnya.

Pastikan nama yang dicari adalah nama badan hukum atau nama resmi perusahaan, bukan hanya nama paket, nama agen, atau nama akun media sosial.

2. Periksa Informasi PPIU yang Ditampilkan

Jangan berhenti setelah nama travel muncul.

Periksa informasi yang tersedia, seperti:

  • Nama resmi perusahaan.
  • Nomor telepon.
  • Nomor dan tanggal Surat Keputusan (SK).
  • Nama direktur.
  • Alamat kantor.
  • Nilai akreditasi.
  • Status penyelenggara.
  • Informasi pendukung lainnya.

Data tersebut membantu memastikan bahwa travel yang sedang Sahabat Nava pertimbangkan memang tercatat sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Jika data pada aplikasi berbeda jauh dengan informasi yang diberikan oleh pihak penjual, jangan terburu-buru membayar.

3. Pastikan Status Izin Masih Aktif

Travel pernah memiliki izin tidak berarti statusnya pasti sama selamanya.

Kementerian Haji dan Umrah menyarankan calon jamaah mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku penyelenggara sebelum melakukan transaksi. Travel yang tidak terdaftar sebagai PPIU resmi perlu dihindari.

Karena itu, lakukan pemeriksaan ketika akan mendaftar, bukan hanya berdasarkan tangkapan layar legalitas yang dikirim beberapa bulan atau tahun sebelumnya.

Apa Itu PPIU pada Travel Umroh?

PPIU adalah singkatan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah.

Dalam Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025, PPIU didefinisikan sebagai biro perjalanan wisata yang memiliki perizinan berusaha untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah.

Sederhananya, ketika masyarakat mengatakan “travel umroh resmi”, salah satu hal utama yang perlu diperiksa adalah apakah perusahaan tersebut memiliki izin sebagai PPIU.

Pemerintah juga menggunakan SISKOPATUH atau Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus dalam pengawasan dan tata kelola penyelenggaraan umrah. Pada Juli 2026, Kemenhaj menyebut terdapat sekitar 3.800 PPIU di Indonesia dan sekitar 3.600 di antaranya telah terintegrasi dengan SISKOPATUH. baca penjelasan lengkap tentang apa itu SISKOPATUH dan fungsinya bagi jamaah umroh.

Travel Terdaftar Belum Cukup, Periksa Hal Ini Juga

Izin resmi adalah pemeriksaan pertama, bukan satu-satunya pertimbangan.

Kemenhaj mengingatkan calon jamaah agar memeriksa legalitas sekaligus kredibilitas penyelenggara sebelum memilih paket umroh.

Periksa Kantor Fisik Travel

Pastikan alamat kantor yang diberikan dapat diverifikasi dan sesuai dengan informasi perusahaan.

Keberadaan kantor juga membantu calon jamaah mengetahui pihak yang dapat ditemui apabila ingin berkonsultasi, menyerahkan dokumen, atau membutuhkan bantuan setelah melakukan pembayaran.

Kemenhaj turut menyarankan calon jamaah memastikan keberadaan kantor fisik dan rekam jejak operasional travel sebelum mendaftar.

Periksa Kepastian Jadwal Keberangkatan

Jangan hanya melihat tulisan “berangkat Oktober” atau “umroh akhir tahun”.

Tanyakan tanggal keberangkatan, durasi perjalanan, maskapai, rute penerbangan, serta rencana perjalanan yang akan diterima jamaah.

Kemenhaj mengingatkan calon jamaah untuk memastikan adanya jadwal keberangkatan yang jelas sebelum melakukan pelunasan.

Periksa Hotel dan Fasilitas Paket

Nama hotel perlu dijelaskan dengan transparan, terutama akomodasi selama berada di Makkah dan Madinah.

Periksa pula:

  • Jarak hotel ke masjid.
  • Jenis kamar.
  • Konsumsi.
  • Transportasi.
  • Maskapai.
  • Bagasi.
  • Visa.
  • Manasik.
  • Pembimbing ibadah.
  • Fasilitas yang tidak termasuk harga.

Pemerintah menyarankan jamaah meminta rincian biaya serta memastikan informasi akomodasi, konsumsi, tiket, visa, dan transportasi dijelaskan dengan baik.

Bayar ke Rekening Resmi Perusahaan

Berhati-hatilah apabila pembayaran dalam jumlah besar diminta masuk ke rekening pribadi tanpa penjelasan yang jelas.

Kemenhaj menganjurkan pembayaran dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan jamaah menyimpan seluruh bukti transaksi.

Simpan kuitansi, invoice, bukti transfer, percakapan mengenai paket, serta dokumen perjanjian sampai seluruh perjalanan selesai.

Baca Ketentuan Pembatalan dan Refund

Calon jamaah juga perlu mengetahui apa yang terjadi apabila keberangkatan mengalami perubahan.

Tanyakan prosedur pembatalan, pengembalian dana, perubahan jadwal, hingga ketentuan apabila ada kondisi di luar kendali.

Kemenhaj menganjurkan masyarakat membaca kontrak perjalanan dengan teliti, terutama mengenai pengembalian dana dan perlindungan jamaah.

Jangan Hanya Percaya Rating dan Testimoni

Google Reviews, Instagram, TikTok, dan testimoni jamaah tetap dapat menjadi bahan pertimbangan.

Namun, semuanya sebaiknya digunakan sebagai pelengkap setelah legalitas diperiksa.

Kemenhaj secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memilih travel hanya berdasarkan rating internet atau promosi selebritas media sosial, melainkan memeriksa izin dan akreditasinya melalui aplikasi resmi pemerintah.

Jika ingin melihat reputasi travel, baca ulasan secara menyeluruh.

Jangan hanya melihat jumlah bintang. Perhatikan juga bagaimana travel menangani komplain, komunikasi admin, ketepatan jadwal, pelayanan hotel, pendampingan lansia, hingga kepastian fasilitas yang dijanjikan.

Ciri Travel Umroh yang Perlu Diwaspadai

Harga murah tidak otomatis berarti travel bermasalah. Namun, penawaran yang terlalu jauh dari kondisi pasar patut diperiksa lebih dalam.

Kemenhaj meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan paket yang harganya tidak rasional dan selalu memastikan penyelenggaranya memiliki izin resmi.

Beberapa kondisi yang sebaiknya membuat calon jamaah lebih berhati-hati antara lain:

  • Travel tidak ditemukan dalam daftar PPIU resmi.
  • Nama perusahaan tidak jelas.
  • Tidak mau memberikan nomor izin.
  • Alamat kantor sulit diverifikasi.
  • Jadwal keberangkatan masih samar.
  • Maskapai dan hotel tidak dijelaskan.
  • Pembayaran diminta ke rekening pribadi.
  • Jamaah didesak segera melunasi tanpa dokumen yang jelas.
  • Harga sangat murah tetapi fasilitas terlihat tidak masuk akal.
  • Tidak ada perjanjian atau ketentuan refund.

Satu tanda saja belum tentu membuktikan penipuan. Namun, semakin banyak ketidaksesuaian yang ditemukan, semakin penting untuk menunda pembayaran dan melakukan verifikasi.

Setelah legalitas travel dipastikan, jangan berhenti pada nomor izin saja. Gunakan juga panduan 5 Pasti Umroh untuk menghindari penipuan travel agar Sahabat Nava dapat memeriksa kepastian travel, jadwal, penerbangan, hotel, dan visa sebelum melakukan pembayaran.

Bagaimana Jika Nama Travel Tidak Ditemukan?

Jangan langsung berasumsi bahwa nama yang tidak muncul pasti penipuan.

Pertama, tanyakan nama PT atau badan hukum PPIU yang sebenarnya.

Hal ini penting karena nama brand, cabang pemasaran, atau agen dapat berbeda dengan nama perusahaan yang memiliki izin.

Setelah mendapatkan nama badan hukum, cari kembali melalui aplikasi SatuHaji.

Jika tetap tidak ditemukan, mintalah pihak travel menjelaskan PPIU yang bertanggung jawab atas keberangkatan dan lakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut sebelum membayar.

Kemenhaj menegaskan bahwa masyarakat perlu memastikan PPIU memiliki izin dan akreditasi sebagai bagian dari perlindungan calon jamaah.

Mengapa Mengecek Travel Resmi Penting Sebelum Membayar?

Umroh bukan sekadar membeli tiket dan hotel.

Jamaah mempercayakan paspor, uang, keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan ibadah kepada penyelenggara.

Pemerintah bahkan mencatat adanya pengaduan terkait travel umrah bermasalah. Pada Juni 2026, Kemenhaj menyebut telah menerima 72 aduan PPIU sejak kementerian tersebut berdiri pada September 2025.

Karena itu, meluangkan beberapa menit untuk mengecek legalitas sebelum membayar jauh lebih aman dibandingkan baru mencari informasi setelah muncul masalah.

Pilih Travel Setelah Legalitasnya Jelas

Mengecek travel umroh resmi tidak membutuhkan waktu lama, tetapi langkah sederhana ini dapat memberikan rasa aman sebelum Sahabat Nava menyerahkan dokumen atau melakukan pembayaran.

Mulailah dari memastikan izin PPIU, kemudian periksa akreditasi, kantor, jadwal keberangkatan, maskapai, hotel, fasilitas, rekening pembayaran, dan ketentuan perjalanan.

Sahabat Nava dapat mengunjungi Nava Tour untuk melihat informasi perjalanan, layanan, serta bentuk pendampingan yang diberikan sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Dengan persiapan tersebut, calon jamaah dapat lebih fokus menyiapkan kesehatan, manasik, dan hati untuk beribadah ke Tanah Suci tanpa harus dibayangi keraguan mengenai penyelenggara perjalanan.

Bagikan Artikel