Perjalanan menuju Tanah Suci sebaiknya dimulai dengan hati yang tenang, niat yang lurus, serta memohon penjagaan kepada Allah SWT. Doa safar umroh bukan sekadar bacaan sebelum pesawat berangkat, tetapi bagian dari adab seorang Muslim ketika meninggalkan rumah menuju perjalanan jauh.
Sebelum keberangkatan, sebagian keluarga juga mengadakan syukuran atau pelepasan sederhana dengan membaca doa walimatus safar umroh. Setelah itu, jemaah dapat mengamalkan doa-doa perjalanan yang memiliki landasan dalam sunnah.
Tidak perlu merasa terbebani untuk menghafalkan semuanya sekaligus. Bacalah sesuai tahapan perjalanan, pahami artinya, dan jadikan doa sebagai pengingat bahwa keselamatan selama safar sepenuhnya berada dalam pertolongan Allah.
Urutan dan Bacaan Doa Safar Umroh
Doa Keluar Rumah
Ketika keluar rumah, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut. Riwayat ini disebut dalam Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i.
Arab
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin
Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Shalat Sunnah Sebelum Safar
Jemaah boleh melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berangkat sebagai shalat sunnah mutlak. Namun, jangan menganggapnya sebagai rukun, syarat perjalanan, atau bagian wajib dari umrah. Dalil khusus mengenai dua rakaat sebelum meninggalkan rumah tidak sekuat hadis sahih tentang doa safar.
Laksanakan seperti shalat sunnah biasa dua rakaat. Tidak ada bacaan surah atau doa khusus setelah salam yang wajib dibaca. Setelahnya, jemaah dapat memohon keselamatan, kemudahan perjalanan, dan umrah yang diterima Allah.
Doa Naik Kendaraan atau Pesawat
Ketika kendaraan mulai berjalan atau pesawat bersiap melakukan perjalanan, baca takbir tiga kali kemudian:
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Latin
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā Rabbinā lamunqalibūn.
Artinya
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali.”
Bacaan tersebut merupakan bagian dari doa perjalanan yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim.
Doa Safar Perjalanan Jauh
Lanjutkan bacaan doa safar umroh dengan:
Arab
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Latin
Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzal-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hādzā waṭwi ‘annā bu‘dah. Allāhumma antash-shāḥibu fis-safar, wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūdzu bika min wa‘tsā’is-safar, wa ka’ābatil-manẓar, wa sū’il-munqalabi fil-māli wal-ahl.
Artinya
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Mudahkanlah perjalanan kami dan dekatkanlah jaraknya. Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang ditinggalkan. Aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang buruk pada harta serta keluarga.”
Doa Saat Tiba di Kota Tujuan
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca ketika memasuki Makkah atau Madinah. Jemaah dapat membaca doa umum ketika memasuki suatu kota:
Arab
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الْأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Maknanya adalah memohon kebaikan kota, penduduk, dan segala yang ada di dalamnya serta perlindungan dari keburukannya. Doa umum memasuki kota ini memiliki dasar riwayat yang dinilai baik oleh sejumlah ulama hadis.
Keutamaan Membaca Doa Perjalanan Ibadah
Safar termasuk keadaan ketika seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa. Dalam hadis Tirmidzi disebutkan bahwa doa seorang musafir termasuk doa yang diharapkan terkabul.
Gunakan waktu perjalanan untuk berzikir, berdoa, dan menenangkan diri. Ketika sudah berniat ihram di miqat, jemaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah umroh dalam perjalanan menuju Makkah. Kemenag juga menjelaskan bahwa talbiyah diperbanyak setelah niat ihram dari miqat.
Adab-Adab Dalam Safar Umroh Sesuai Sunnah
Selain membaca doa perjalanan ke Tanah Suci, jemaah sebaiknya mempersiapkan perjalanan dengan beberapa adab sederhana:
- Selesaikan utang, amanah, dan urusan keluarga yang penting sebelum berangkat.
- Berpamitan dan meminta maaf kepada keluarga serta kerabat.
- Luruskan niat agar perjalanan benar-benar ditujukan untuk beribadah.
- Jaga lisan dari pertengkaran, keluhan berlebihan, dan perkataan sia-sia.
- Pelajari tata cara umroh sesuai sunnah sebelum keberangkatan agar tidak hanya mengikuti rombongan tanpa memahami ibadah yang dilakukan.
Penutup
Mengamalkan doa safar umroh membantu jemaah memulai perjalanan dengan tawakal, ketenangan, dan kesadaran bahwa setiap langkah menuju Makkah dan Madinah berada dalam penjagaan Allah SWT.
Tidak perlu mengejar banyak bacaan hingga perjalanan terasa membebani. Dahulukan doa yang memiliki landasan kuat, pahami maknanya, lalu perbanyak zikir dan doa pribadi sesuai kebutuhan.
Sahabat Nava yang sedang merencanakan perjalanan ke Tanah Suci juga dapat melihat pilihan paket umroh dengan pendampingan perjalanan dan bimbingan ibadah agar persiapan sejak Indonesia hingga pelaksanaan umrah terasa lebih terarah.




