Perlengkapan umroh merupakan kunci untuk menjalani pengalaman yang nyaman dan berkesan bagi banyak Muslim yang bermimpi untuk melaksanakannya. Bagi pria yang bersiap-siap untuk menjalankan ibadah umroh, pemilihan perlengkapan yang tepat adalah hal yang tak boleh diabaikan. Inilah panduan lengkap mengenai perlengkapan wajib yang harus disiapkan:

Baca Juga: Informasi Umroh Syawal 2024

perlengkapan umroh

1. Ihram: Busana Khusus Umroh

Ihram adalah pakaian khusus yang digunakan oleh jamaah pria selama beribadah umroh. Pastikan Anda membawa setidaknya 1-2 pasang ihram yang nyaman dan sesuai dengan aturan beribadah di Tanah Suci.

2. Pakaian Muslim dan Celana Bahan

Pilihlah busana muslim yang ringan dan nyaman untuk digunakan selama beraktivitas di Tanah Suci. Celana bahan juga penting untuk menjaga kenyamanan Anda di tengah cuaca yang berbeda.

3. Sabuk Ihram: Agar Tetap Nyaman

Pastikan sabuk ihram Anda cukup kuat untuk menjaga kain ihram tetap terikat dengan baik tanpa merosot.

4. Pakaian Tidur: Kenyamanan di Malam Hari

Bawa pakaian tidur yang nyaman untuk digunakan selama menginap di akomodasi di Tanah Suci.

5. Sarung: Multi Fungsi

Selain digunakan untuk beribadah, sarung juga bisa menjadi selimut atau alas tidur tambahan.

6. Pakaian Dalam: Persiapan yang Penting

Pastikan Anda membawa cukup pakaian dalam untuk digunakan selama perjalanan Anda.

7. Kaos Kaki dan Sandal: Lindungi Kaki Anda

Bawa beberapa pasang kaos kaki untuk melindungi kaki Anda dari cuaca yang berubah-ubah di Tanah Suci. Sandal yang nyaman juga penting untuk digunakan selama perjalanan.

8. Perlengkapan Mandi: Kebersihan adalah Kunci

Jangan lupa membawa perlengkapan mandi pribadi Anda untuk menjaga kebersihan selama perjalanan.

9. Obat-obatan Pribadi: Kesehatan adalah Prioritas

Pastikan untuk membawa obat-obatan pribadi Anda untuk mengatasi kondisi kesehatan yang mungkin timbul selama perjalanan.

10. Kacamata dan Masker: Lindungi Diri Anda

Bawa kacamata dan masker untuk melindungi mata dan saluran pernapasan Anda dari debu dan sinar matahari yang terik.

11. Buku Doa dan Al-Quran: Tetap Terhubung dengan Ibadah

Bawa buku doa dan Al-Quran untuk membantu Anda menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Dengan mempersiapkan perlengkapan dengan baik, Anda dapat menikmati ibadah umroh dengan tenang dan khusyuk. Semoga perjalanan Anda menuju Tanah Suci dipenuhi dengan berkah dan keberkahan.

Doa-doa yang Dibaca selama Sa’i dalam Ibadah Umrah

Bacaan Doa Sa’i dalam ibadah Umroh memegang peranan penting sebagai penguat spiritual dan sumber inspirasi bagi para jemaah. Dalam setiap langkah mereka antara bukit Shafa dan Marwah, doa-doa yang dipanjatkan menjadi tonggak kekuatan, meneguhkan ikatan batin dengan Allah SWT. Berikut adalah Bacaan Doa Sa’i yang dibaca selama sa’i dalam ibadah umrah:

Baca Juga: Informasi Umroh Bulan April

bacaan doa sa'i

1. Niat Melaksanakan Sa’i Ibadah Umrah:

Sebelum memulai sa’i, jemaah membaca niat sebagai wujud kesungguhan dalam menjalankan ibadah.

Doa: “أَبْدَأُ بِمَا بَعْدَ اللَّهِ بِهِ وَرَسُولُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا. وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ”

Artinya: “Aku memulai apa yang sudah dimulai oleh Allah dan oleh Rasul. Sesungguhnya bukit Shafa dan bukit Marwah sebagian dari tanda kebesaran Allah. Barang siapa yang pergi haji ke rumah Allah atau umrah maka tidak ada dosa bagi yang mengerjakan sa’i di antara keduanya.”

2. Doa Saat Mendaki Bukit Shafa dan Marwah:

Ketika mendaki bukit Shafa dan Marwah, jemaah haji membaca doa yang mengingatkan akan kebesaran Allah SWT.

Doa: “اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ”

Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah.”

3. Doa di Antara Dua Pilar Hijau:

Di antara dua pilar hijau, jemaah haji membaca doa memohon ampunan dan rahmat Allah SWT serta petunjuk-Nya.

Doa: “رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَالاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الاَعَزُ الاَكْرَمُ”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguh Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah.”

4. Doa Setelah Selesai Sa’i:

Setelah menyelesaikan sa’i, jemaah haji membaca doa untuk memohon penerimaan amal ibadah dan pertolongan dari Allah SWT.

Doa: “اللّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لاَتَكِلْنَا وَعَلَى اْلإِيْمَانِ واْلإِسْلاَمِ الَكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّهُمَّ ارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَ يَعْنِيْنِيْ وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ”

Artinya: “Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau rida. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu rida terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Dengan membaca doa-doa ini, jemaah umrah menguatkan ikatan spiritual mereka dengan Allah SWT serta menegaskan kesungguhan dan kepasrahan mereka dalam menjalankan ibadah umrah.

Ihram merupakan langkah pertama yang tak terpisahkan dalam menjalani ibadah haji. Ia bukan sekadar ritual, melainkan sebuah perwujudan keseriusan dan ketaatan dalam menunaikan kewajiban agama bagi umat Islam. Namun, apa sebenarnya makna dan proses ihram dalam konteks ibadah haji dan umrah? Mari kita telaah lebih dalam mengenai penjelasannya serta tata cara pelaksanaannya, termasuk larangan-larangan yang tak boleh diabaikan.

Baca Juga: Informasi Umroh Bulan April

Pengertian Ihram

Ihram

Istilah “ihram” berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti “mengharamkan”. Dalam konteks ibadah haji, bukan sekadar memulai perjalanan fisik ke tanah suci, tetapi juga sebuah kesiapan spiritual yang dilambangkan dengan mengharamkan segala hal yang dilarang. Melalui tindakan ini, seorang jemaah menyatakan komitmennya untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesucian dan ketaatan.

Dasar Hukum dan Keutamaan

Ihram bukanlah sekadar kewajiban formal, melainkan sebuah rukun pertama dalam pelaksanaan haji dan umrah. Di bawah landasan syariat Islam, diwajibkan sebagai bagian integral dari ibadah haji yang tak dapat digantikan oleh ritual lain. Keutamaanya terletak pada kesempurnaan ibadah yang akan diraih ketika dilaksanakan dengan penuh ketaatan, kesucian, dan kekhusyukan.

Tata Cara Melakukan Ihram:

Proses ihram bukanlah sekadar mengenakan pakaian khusus atau mengucapkan niat, melainkan sebuah rangkaian tata cara yang harus dipatuhi dengan sungguh-sungguh. Mulai dari memastikan waktu yang tepat hingga menjaga ketertiban dalam berpakaian, setiap langkah dalam ihram memiliki makna dan kepentingan tersendiri. Melalui ketaatan terhadap tata cara ini, seorang jemaah akan semakin mendekatkan diri kepada kesempurnaan ibadah haji yang diinginkan.

Larangan yang Harus Dijaga :

Tidak kalah pentingnya adalah memahami larangan-larangan yang berlaku selama berada dalam keadaan ihram. Menghindari perbuatan maksiat, menjaga perdamaian, dan mematuhi aturan berpakaian adalah beberapa contoh larangan yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Dengan mematuhi larangan-larangan ini, seorang jemaah membuktikan kesungguhannya dalam menjalankan ibadah dengan penuh kesucian dan ketaqwaan.

Melalui pemahaman yang mendalam mengenai pengertian, tata cara, dan larangan-larangan, diharapkan setiap jemaah haji mampu menjalankan ibadahnya dengan penuh kesempurnaan dan kekhusyukan yang sesungguhnya. Haji bukan sekadar sebuah kewajiban, melainkan sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.

Mimpi adalah jendela menuju dunia bawah sadar kita, seringkali memberikan petunjuk atau inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu mimpi yang seringkali menggugah adalah tentang berangkat umroh bersama orang terkasih, seperti ibu atau keluarga. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna dan inspirasi di balik mimpi ini.

Baca Juga Informasi: Umroh Ramadhan 2024

Mimpi Berangkat Umroh Bersama Ibu

1. Mimpi Pergi Umroh Bersama Ibu

Mimpi tentang berangkat umroh bersama ibu adalah gambaran dari ikatan spiritual dan emosional yang kuat antara seorang anak dengan ibunya. Umroh sendiri merupakan ibadah yang sangat mulia dalam agama Islam, dan berangkat bersama ibu menambah dimensi spiritual yang mendalam. Dalam mimpi ini, mungkin ada pesan tentang pentingnya memperkuat hubungan dengan orang tua dan menemukan kedamaian dalam ikatan keluarga. Pengalaman ini juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, pengorbanan, dan kasih sayang, yang melampaui batas-batas fisik dan menghubungkan jiwa dalam perjalanan spiritual menuju Tuhan.

Mimpi ini memotivasi untuk menghargai setiap momen bersama orang yang dicintai, karena dalam hubungan yang kuat dengan keluarga, terdapat kekuatan yang tak ternilai dalam menghadapi cobaan hidup dan mencapai kebahagiaan sejati.

2. Mimpi Indah Umroh Bersama Keluarga

Mimpi untuk berangkat umroh bersama keluarga mencerminkan harapan yang mendalam akan kesatuan dan kebersamaan dalam perjalanan spiritual. Keluarga, sebagai pondasi yang kokoh dalam kehidupan, menjadi pusat perhatian dalam langkah-langkah menuju perjalanan umroh bersama-sama, yang menandakan tekad yang bulat untuk memperkuat ikatan keluarga dalam kerangka keimanan yang kokoh.

Mimpi ini mencerminkan bukan hanya keinginan, tetapi juga tekad yang kuat untuk memperkokoh persatuan keluarga dalam pengabdian yang tulus kepada Tuhan, mengilhami untuk melangkah bersama dalam perjalanan spiritual yang penuh makna dan keberkahan.

3. Mimpi Melihat Orang Menunaikan Umroh

Mimpi melihat orang lain berangkat umroh bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk mengejar kebaikan dan ketaqwaan. Mungkin dalam mimpi ini, Anda melihat orang lain mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik untuk perjalanan yang sakral. Ini bisa menjadi panggilan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengejar kesempurnaan dalam ibadah. Mimpi ini mengajarkan tentang pentingnya doa dan persiapan spiritual dalam menjalani perjalanan hidup.

Setelah menyelesaikan ibadah umroh, jamaah sering diminta untuk membacakan doa pulang umroh kepada tamu yang datang mengunjungi mereka. Doa ini penuh dengan makna dan berkah, tetapi kadang-kadang kita butuh panduan yang jelas tentang bagaimana melafalkannya dengan benar. Di sini, kita akan menjelaskan dengan lengkap bacaan Arab, Latin, dan terjemahannya untuk setiap doa pulang umroh yang bisa diamalkan.

Baca Juga: Informasi Umroh Ramadhan 2024

doa-pulang-umroh

Doa pulang dari perjalanan Umroh yang pertama

Doa pertama ini adalah permohonan keberkahan untuk perjalanan umroh yang baru selesai.

Bacaan Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَابِهَاحَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bacaan Latin:
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil’alamin. Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidina muhammadin sholatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami wa ziyarota qobri nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Terjemahan:
Dengan menyebut nama Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagiNya, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah sholawat, salam serta berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, melalui sholawat itu dapat menyampaikan kami untuk berhaji ke baitil haram dan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Doa pulang Umroh kedua

Doa kedua ini adalah permohonan pengampunan dan keberkahan atas ibadah umroh yang telah dilaksanakan.

Bacaan Arab:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَاحَجًّامَبْرُوْرًا، وَعُمْرَتَنَاعُمْرَةًمَبْرُوْرًا،وَسَعْيَنَاسَعْيًامَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَاذَنْبًامَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَاعَمَلًاصَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَاتِجَارَةً لَنْتَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِأَخْرِجْنَامِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ

Bacaan Latin:
Allahummaj’al hajjana hajjan mabruron, wa ‘umrotana ‘umrotan mabruron, wasa’ yana sa’yan masykuro, wa dzambanaa dzanban maghfuro, wa ‘amalana ‘amalan sholihan maqbula, watija rotana tijaarotan lan tabuur, yaa ‘aalima maa fis shuduur, akhrijna mina dzulumaati ilannuur.

Terjemahan:
Ya Allah, jadikanlah kami haji mabrur. Umroh kami yang mabrur, sa’i kami yang disyukuri. Dosa kami yang Engkau ampuni. Amal sholeh kami yang Engkau terima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati kita, keluarkan kami dari kegelapan ini menuju cahaya.

Doa pulang Umroh ketiga

Doa ketiga ini adalah permohonan kelancaran dan rahmat dari Allah SWT untuk masa depan setelah menunaikan ibadah umroh.

Bacaan Arab:
للهم سَهِّلْ أُمُوْرَنَاوَحَصِّلْ مَقَاصِدَنَاوَبَلِّغْنَا إِلَيْكَ يَا اَللهُ. اللهم اجْمَعْنَاجَمْعًامَرْحُوْمًا اللهم إِنَّانَسْئَلُكَ النِّعْمَةَوَالرَّحْمَةَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَة

Bacaan Latin:
Allahummasahhil umuuronawahasshil maqooshidanawaballignaa ilaika yaAllah. Allahummaj ma’ jam’an marhuuma. Allahumma inna nas-alukanni’mata warrohmata waqusnal qhotimah.Doa Pulang Umroh Ketiga: Permohonan Kelancaran dan Rahmat
Doa ketiga ini adalah permohonan kelancaran dan rahmat dari Allah SWT untuk masa depan setelah menunaikan ibadah umroh.

Terjemahan:
Mudahkanlah ya Allah segala urusan kami. Kabulkanlah segala keinginan kami, dan sampaikanlah kami kehadiratMu. Ya Allah kumpulkan kami bersama mereka orang-orang yang mendapatkan rahmat-Mu. Kami mohon ya Allah kepadaMu nikmat, rahmat dan juga akhir yang baik.

Doa pulang Umroh keempat

Doa keempat ini adalah permohonan kelancaran dan rahmat dari Allah SWT untuk masa depan setelah menunaikan ibadah umroh.

Bacaan Arab:
رَبَّنَااَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّاِر. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ

Bacaan Latin:
Robbanaa aatina fiddun ya hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Terjemahan:
Ya Tuhan kami, berkahilah kami kebaikan di dunia juga di akhirat, serta jauhkan kamu dari siksaan api neraka. Dan segaja puju milik Allah.

Itulah doa pulang umroh yang bisa dilafalkan dan ditunaikan oleh jemaah yang baru saja kembali setelah menunaikan ibadah umroh bagi para tamu yang datang untuk meminta doa. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membantu.

Badal umroh merupakan tindakan penggantian pelaksanaan umroh seseorang ketika ia menghadapi kendala atau keterbatasan. Secara bahasa, badal berarti pengganti. Meskipun umroh dan haji sama-sama berkaitan dengan kunjungan ke Tanah Suci, namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Umroh, menurut etimologi, berarti az-ziyarah, yaitu kunjungan, seperti yang dijelaskan oleh Dr. KH M Hamdan Rasyid dan Saiful El-Sutha dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari.

Dalam terminologi, umroh adalah kunjungan ke Baitullah untuk menjalankan serangkaian rukun dan sunnah ibadah yang berkaitan. Perintah untuk melaksanakan umroh terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 196, di mana Allah SWT berfirman:

وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah.”

Bagaimana dengan prosedur badal umroh? Berikut penjelasannya yang diambil dari buku Tanya Jawab Islam karya PISS KTB.

Baca Juga: Informasi Umroh Ramadhan 2024

Prosedur Badal Umroh

Badal Umroh

Badal umroh memungkinkan seseorang untuk melaksanakan umroh atas nama orang lain yang tidak mampu melakukannya sendiri. Menurut Imam Syafi’i, diperbolehkan jika orang yang diwakilkan telah lanjut usia, sakit parah, atau meninggal dunia, sehingga tidak mampu melaksanakan umroh secara pribadi.

Di sisi lain, menurut Imam Hanbali, badal umroh tidak boleh dilakukan tanpa izin dari orang yang diwakilkan, jika orang tersebut masih hidup. Namun, jika yang diwakilkan telah meninggal, badal dapat dilaksanakan tanpa izin.

Sebagaimana yang disampaikan dalam buku Peta Perjalanan Haji dan Umrah Edisi Revisi karya Agus Arifin, badal umroh dapat dilakukan apabila pengganti telah melaksanakan umroh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku dalam badal haji.

Dengan demikian, umroh kedua, ketiga, dan seterusnya dapat dilakukan dengan niat untuk mengumrohkan keluarga atau orang tua yang telah meninggal dunia.

Niat Badal Umroh :

Arab latin: Labbaika allahumma umratan an (nama lengkap orang yang diwakilkan).

Artinya: “Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh atas nama (nama lengkap orang yang diwakilkan).”

Adapun, niat badal menurut Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim ialah sebagai berikut:

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِ للهِ تَعَالَى عَنْ فُلَانٍ

Arab latin: Nawaytul ‘umrata wa ahramtu bihī lillāi ta’ālā ‘an fulān (sebut nama jamaah umrah yang dibadalkan).

Artinya: “Aku menyengaja ibadah umroh dan aku ihram umroh karena Allah ta’ala untuk si fulan (sebut nama jamaah yang dibadalkan).”

Syarat dan Pelaksanaan

Adapun, syarat untuk melaksanakan badal umroh antara lain sebagai berikut:

  • Orang yang digantikan umroh tidak mampu secara fisik.
  • Tidak boleh membadalkan orang yang tidak mampu dari segi ekonomi, seba ibadah haji dan umroh wajib dilakukan bagi mereka yang mampu dari segi finansial dan fisik.
  • Boleh dilakukan bagi orang yang sakit keras dan tipis kemungkinan sembuh penyakitnya.
  • Tidak boleh membadalkan untuk orang yang masih sehat.
  • Wanita boleh membadalkan pria, pun sebaliknya.
  • Membadalkan hanya boleh satu orang dalam satu kali perjalanan umroh.

Itulah pembahasan mengenai badal umroh. Semoga bermanfaat.

7 Toko Perlengkapan Umroh Terdekat menjadi tempat yang penting bagi jemaah umroh ketika mereka kembali dari Mekkah. Satu tradisi yang tak terlepaskan adalah membeli oleh-oleh sebagai bentuk berbagi keberkahan perjalanan.

Sejumlah jemaah memilih untuk mendapatkan oleh-oleh umroh mereka di tanah air. Alasan utamanya, selain harganya terjangkau dan tanpa perlu menambah beban berat bagasi pesawat.

Dalam mencari tempat yang tepat untuk membeli oleh-oleh, banyak jemaah umroh cenderung berbelanja di Indonesia. Di samping keterjangkauan harga, kualitas oleh-oleh umroh di tanah air pun tak kalah bersaing dengan yang dibeli langsung di Tanah Suci. Beberapa produk bahkan diimpor langsung dari Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Berikut rekomendasi 7 Toko Perlengkapan Umroh Terdekat di sekitar jakarta.

Baca Juga: Informasi Umroh Ramadhan 2024

1. Jakarta Timur

7 Toko Perlengkapan Umroh Terdekat

Di Jakarta Timur, terdapat pusat perlengkapan umroh yang dapat menjadi destinasi utama untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh Anda. Alamat yang perlu diperhatikan adalah 363 Pusat Grosir Cililitan Zona Merah Lantai 2.363, Jl. Mayor Jendral Sutoyo No.76, RT.7/RW.11, Cililitan, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13640. Lokasi ini bukan hanya pusat grosir umroh tetapi juga merupakan tempat yang ideal untuk berbelanja oleh-oleh haji dengan kualitas terjamin.

Kami merekomendasikan untuk mengunjungi toko perlengkapan umroh di alamat tersebut, karena toko ini tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan umroh tetapi juga menawarkan pilihan oleh-oleh haji yang berkualitas. Dengan akses yang mudah di pusat perbelanjaan dan alamat yang jelas, toko perlengkapan umroh ini dapat menjadi opsi terbaik untuk memperoleh oleh-oleh haji yang autentik dan bermakna bagi keluarga, teman, dan kerabat Anda.

2. Jakarta Selatan

Santa Modern Market, yang terletak di Lantai Dasar L00.AKS-88, Jl. Cipaku I, Petogogan, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan, menjadi destinasi utama bagi para peziarah yang mencari kebutuhan umroh dan oleh-oleh haji berkualitas. Alamat ini menghadirkan pengalaman belanja yang unik, menyatukan tradisi dan modernitas dalam satu tempat.

Dengan menyediakan beragam produk mulai dari kurma, air zam-zam, hingga mukena, Santa Modern Market mempersembahkan setiap item dengan perhatian khusus pada nilai spiritual dan kualitas. Lokasi yang strategis di Kecamatan Kby. Baru membuatnya menjadi pusat informasi umroh, di mana para pengunjung dapat berbagi pengalaman dan merasakan kehangatan keberkahan dalam setiap pembelian mereka.

3. Jakarta Pusat

7 Toko Perlengkapan Umroh Terdekat

Di Jalan K.H. Mas Mansyur No.2-4 14, RT.14/RW.7, Kb. Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Toko oleh-oleh umroh di lokasi ini bukan hanya tempat untuk memperoleh barang-barang khas dari perjalanan umroh, melainkan juga menjadi jendela keberkahan yang terbuka bagi warga Jakarta.

Dengan lokasinya yang strategis di tengah-tengah kehidupan perkotaan yang sibuk, toko ini menjadi oase kekhusyukan dan keberkahan. Alamat yang terletak di Kb. Kacang, Tanah Abang, menjadikan tempat ini sebagai destinasi tak hanya untuk berbelanja oleh-oleh umroh, tetapi juga untuk mencari ketenangan dan inspirasi spiritual di tengah gemerlap kota Jakarta.

4. Jakarta Timur

Jl. Raya Condet No.7, RT.7/RW.7, Cililitan, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13640, menawarkan lebih dari sekadar lokasi belanja oleh-oleh umroh.

Dengan akses mudah dari berbagai wilayah Jakarta Timur, toko ini menjadi pusat bagi para jemaah yang mencari kurma pilihan, air zam-zam berkualitas, dan mukena dengan sentuhan spiritual. Lokasinya yang detail di Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, setiap kunjungan ke alamat ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para pencari oleh-oleh umroh.

5. Depok

Jika Anda berada di sekitar Jl. Cinere Raya No.RT 02/12, Cinere, Kec. Cinere, Kota Depok, dan ingin mencari tempat untuk membeli oleh-oleh umroh yang berkualitas, ada beberapa toko di sekitar Anda yang bisa Anda kunjungi. Di sana, Anda akan menemukan berbagai pilihan suvenir dan produk khas umroh yang dapat Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan.

6. Jakarta Selatan

Ada lagi rekomendasi toko oleh oleh Di Jakarta Selatan, tepatnya di Pasar Mayestik Lt. Dasar, Jl. Tebah III No.075 – 077 Blok AKS, RT.15/RW.3, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, para Jemaah bisa menemukan beragam oleh-oleh umroh.

Di sini, Ada berbagai pilihan suvenir dan produk khas umroh untuk dibawa pulang sebagai kenangan. Dari tasbih hingga mukena, tersedia beragam barang dengan harga yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda.

7. Jakarta Selatan

Di lokasi yang berbeda dari alamat sebelumnya, tepatnya di Jl. Dr. Saharjo setelah Mesjid Baiturrahman No.96A, RT.1/RW.7, Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12960, terdapat kesempatan untuk menemukan oleh-oleh umroh yang istimewa.

toko ini menawarkan beragam produk dengan harga yang bersahabat. Jadi, setelah perjalanan spiritual Anda, jangan lupa mampir ke toko ini dan pilihlah oleh-oleh yang tepat untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

 

Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat diidamkan oleh umat Islam. Sebelum melaksanakan umroh, penting bagi calon jamaah untuk memahami secara mendalam tentang rukun dan syarat umroh. Dalam artikel ini, kita akan membahas dengan lebih detail mengenai rukun dan syarat umroh, serta memahami perbedaan antara keduanya.

rukun - umroh

Rukun Umroh

Umroh adalah unsur-unsur pokok yang harus dilaksanakan oleh setiap calon jamaah agar ibadah umrohnya sah dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah rukun yang perlu diperhatikan:

1. Rukun Umroh Pertama: Niat (Ihram)

Sebelum memulai umroh, calon jamaah harus berniat dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan umroh. Niat ini dilakukan pada saat memasuki miqat, yaitu batas awal yang ditentukan sebelum memasuki Tanah Haram.

2. Tawaf Ifadah

Setelah tiba di Masjidil Haram, calon jamaah wajib melaksanakan tawaf Ifadah, yaitu tujuh putaran mengelilingi Ka’bah. Tawaf ini menjadi ritual kunci dalam ibadah umroh.

3. Sa’i

Setelah tawaf Ifadah, calon jamaah melakukan sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ini mengingatkan kita pada usaha Hajar mencari air untuk Isma’il.

4. Tahallul: Penutup Eksklusif Rangkaian Rukun Umroh Anda

Setelah menyelesaikan tawaf Ifadah dan sa’i, calon jamaah memotong atau menggunting rambutnya sebagai tanda bahwa umroh telah selesai. Tahallul menjadi penutup dari rangkaian ibadah umroh.

Baca Juga: Informasi Biaya Umroh 2024

Syarat Umroh

Syarat umroh adalah persyaratan atau ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon jamaah sebelum melaksanakan umroh. Berikut adalah beberapa syarat umroh yang perlu diperhatikan:

1. Islam

Calon jamaah umroh harus beragama Islam. Umroh merupakan ibadah khusus umat Islam.

2. Baligh

Seorang calon jamaah umroh harus sudah baligh atau telah mencapai usia dewasa menurut hukum Islam.

3. Berakal Sehat

Calon jamaah umroh harus dalam keadaan berakal sehat dan mampu menjalankan ibadah umroh.

4. Mampu Materi

Calon jamaah umroh harus mampu secara materi untuk membiayai perjalanan umroh tanpa menimbulkan beban berlebihan.

Perbedaan antara Syarat dan Rukun Umroh

Perbedaan mendasar antara syarat dan umroh terletak pada fungsinya. Umroh adalah unsur-unsur pokok yang harus dilaksanakan secara langsung oleh calon jamaah sebagai bagian dari ritual umroh. Sementara syarat umroh adalah persyaratan atau ketentuan yang harus dipenuhi sebelum seseorang dianggap dapat melaksanakan umroh.

Dengan memahami baik rukun dan syarat umroh, diharapkan calon jamaah dapat melaksanakan ibadah umroh dengan benar dan sesuai tuntunan agama. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para calon jamaah umroh. Selamat menjalankan ibadah umroh, semoga diterima oleh Allah SWT.

Umroh adalah ibadah yang sangat diidamkan oleh umat Islam. Bagi para wanita yang ingin melaksanakan umroh, penting untuk memahami aturan dan persiapan yang tepat, terutama dalam hal pakaian sesuai sunnah. Dalam artikel ini, kita akan membahas perlengkapan umroh wanita untuk perjalanan 12 hari serta aturan pakaian yang harus diikuti sesuai dengan ajaran Islam.

Baca Juga: Infromasi Biaya Umroh 2024

perlengkapan - umroh -wanita

Perlengkapan Umroh Wanita 12 Hari

a. Baju Ihram:

Baju ihram adalah pakaian khas umroh yang harus dikenakan oleh setiap muslim, termasuk wanita. Pilihlah baju ihram yang nyaman dan sesuai dengan ukuran tubuh. Pastikan bahan baju ihram memenuhi syarat, yaitu tidak tebal dan tidak tembus pandang.

b. Mukena:

Mukena adalah penutup kepala dan tubuh yang digunakan saat melaksanakan shalat. Wanita perlu membawa mukena yang mudah dibawa dan tidak memakan banyak tempat di dalam koper.

c. Sandal Khusus:

Pilihlah sandal yang nyaman dan mudah dipakai. Pastikan sandal tersebut memenuhi syarat kesucian dan kenyamanan sehingga dapat digunakan dengan leluasa selama ibadah umroh.

d. Tas Kecil:

Siapkan tas kecil yang dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti dompet, kunci, dan handphone. Pastikan tas tersebut praktis dan tidak merepotkan saat dikenakan.

e. Peralatan Mandi:

Bawa peralatan mandi seperti sabun, sampo, dan pasta gigi dalam ukuran kecil agar mudah dibawa dan tidak memberatkan koper.

f. Pakaian Sehari-hari:

Bawa pakaian yang ringan, mudah dicuci, dan cepat kering. Hindari membawa pakaian yang terlalu banyak, fokuslah pada pakaian yang nyaman dan sesuai dengan iklim di Mekah dan Madinah.

g. Perlengkapan Kesehatan:

Sertakan obat-obatan pribadi, vitamin, dan perlengkapan kesehatan lainnya yang mungkin dibutuhkan selama perjalanan.

Aturan Pakaian Umroh Wanita

a. Menutup Aurat:

Wanita muslim yang melaksanakan umroh harus memastikan bahwa pakaian yang dikenakan menutup aurat sesuai dengan ajaran Islam. Hindari pakaian yang terlalu ketat atau transparan.

b. Warna Pakaian:

Hindari pakaian yang mencolok dan berwarna terang. Sebaiknya pilih pakaian dengan warna netral seperti putih atau krem, sesuai dengan tradisi umroh.

c. Sederhana dan Tidak Mewah:

Pakaian yang dikenakan sebaiknya sederhana dan tidak mewah. Umroh bukanlah ajang untuk berpamer atau berlomba-lomba dalam berbusana.

d. Pakaian Tidak Harum:

Hindari menggunakan pakaian yang memiliki wangi yang kuat. Ini karena umroh menuntut kesederhanaan dan fokus pada ibadah.

Pakaian Umroh Wanita Sesuai Sunnah

a. Berbusana Modest:

Pakaian umroh wanita haruslah modest, menjaga kehormatan dan kesopanan. Hindari busana yang terlalu terbuka dan ketat.

b. Berkat Baju Ihram:

Baju ihram wanita harus memenuhi syarat ketentuan Islam dan tidak boleh terlalu mencolok. Pilihlah bahan yang ringan dan nyaman.

c. Menjaga Kebersihan:

Selalu menjaga kebersihan pakaian, terutama baju ihram. Sering-seringlah mencuci pakaian untuk menjaga kesucian dan kenyamanan selama ibadah.

Dengan memperhatikan perlengkapan dan aturan pakaian umroh wanita sesuai sunnah, para muslimah dapat menjalani ibadah umroh dengan khusyuk dan penuh keberkahan. Semoga perjalanan ibadah umroh yang dilakukan dalam 12 hari tersebut menjadi momen berharga dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengikuti tata cara umroh adalah suatu keharusan bagi setiap muslim yang berkeinginan menjalankan ibadah umroh dengan penuh kekhusyukan dan ketaatan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tata cara umroh lengkap, dari persiapan hingga pelaksanaan, sekaligus menjawab pertanyaan umum mengenai berapa lama umroh seharusnya dilakukan, serta bagaimana melakukannya sesuai sunnah.

manasik umroh

Tata Cara Manasik Umroh Lengkap

Sebelum memulai perjalanan umroh, persiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual. Pastikan untuk memahami dengan baik langkah-langkah yang akan diambil selama perjalanan ibadah ini. Penting juga untuk memiliki pemahaman yang cukup agar dapat melaksanakannya dengan baik.

1. Ihram: Niat dan Persiapan Rohani

Sebelum memasuki Miqat, tempat di mana umat Islam berada dalam keadaan ihram, niatkan diri untuk melaksanakan umroh dengan tulus dan ikhlas. Bersiaplah secara rohani dan batasilah tindakan-tindakan yang dilarang selama ihram.

2. Tawaf Umroh: Mengelilingi Ka’bah Tujuh Kali

Setelah tiba di Masjidil Haram, laksanakan tawaf umroh. Mulailah dari Hajar Aswad dan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali searah jarum jam. Sambil melaksanakan tawaf, bacalah doa-doa yang sesuai dan tingkatkan kekhusyukan.

3. Sa’i: Lari-lari Kecil antara Safa dan Marwah

Setelah tawaf, lakukan sa’i dengan berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ingatlah kisah Hajar yang mencari air untuk anaknya Isma’il, sehingga sa’i menjadi simbol kesabaran dan ketekunan.

4. Tahallul: Memendekkan Rambut atau Mencukur Kepala

Setelah menyelesaikan sa’i, lakukan tahallul dengan memendekkan rambut atau mencukur kepala. Ini melambangkan ketaatan dan pengorbanan.

Informasi Biaya Umroh 2024

Manasik Umroh: Berapa Lama Seharusnya?

Berapa lama manasik umroh seharusnya dilakukan? Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bervariasi. Proses ini dapat memakan waktu beberapa jam, tergantung pada jumlah jamaah dan waktu-waktu tertentu yang lebih ramai.

Pelaksanaan Manasik Umroh Sesuai Sunnah

Perlu diingat untuk menjaga akhlak dan etika Islam. Berinteraksilah dengan sesama jamaah dengan penuh rasa hormat dan kesabaran. Gunakan waktu untuk merenung, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Melaksanakan manasik umroh adalah perjalanan spiritual yang penuh kekhusyukan. Dengan mengikuti tata cara yang benar dan sesuai sunnah, umat Islam dapat merasakan makna yang mendalam dalam ibadah ini. Semoga setiap langkah yang diambil selama manasik umroh membawa berkah dan keberkahan dalam hidup umat Islam.